10 Caleg Incumbent Gagal

oleh -258 views

Transmetro.id – Keberuntungan kini tidak singgah kepada sepuluh calon legislatif (caleg) incumbent, sebab mereka gagal lolos pada pesta demokrasi tahun ini. M Idris dari Gerindra, Rusmiati Ningsih dari PDIP, Budi dari Nasdem, Muhammad Alex Solihin dari Nasdem, Riana Puspita Sari dari PPP dan Ardiansyah dari PPP, merupakan segelintir nama yang gagal kembali menduduki kursi nyaman sebagai

Mardianus  Haji Tulis dari Hanura, Faizal Alatas dari Hanura, Surniati Eneng dari Hanura, hingga Ahmad Romdoni dari PAN, juga gagal merebut hati masyarakat Kota Bogor di daerah pemilihan (dapil)-nya masing-masing. Banyaknya dewan petahana yang gagal pada pesta demokrasi tahun ini tentu menjadi sorotan sejumlah pihak terkait sebab akibat kegagalannya maju dalam pemilihan umum (pemilu) tahun ini.

Pengamat Politik Yusfitriadi memiliki penilaian sendiri mengenai kegagalan petahana pada pemilu 2019. Menurutnya, ada tiga faktor penyebab kegagalan petahana pada pemilu serentak ini. Merasa di atas angin, bentuk hukuman dari masyarakat hingga masyarakat yang mulai cerdas, dinilai merupakan tiga faktor utama yang mungkin menjadi penyebab tersandungnya sepuluh dewan petahana Kota Hujan tersebut.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten Bogor Segarkan Kursi Kepala Sekolah

“Bisa saja karena mereka merasa sudah di atas angin sehingga tidak maksimal dalam sosialisasi. Atau ini bentuk hukuman dari masyarakat kepada dewan yang tidak sesuai harapan pemilih di dapilnya. Atau karena tidak amanah, kurang berpihak kepada masyarakat. Bisa juga karena masyarakat cobacoba pilih yang baru, karena yang lama tidak sesuai harapan. Semua itu kan bisa saja,” bebernya saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin malam.

Disinggung soal bergaining label partai calon, menurutnya, untuk pemilu saat ini label partai besar dinilai kurang memiliki efek di mata masyarakat. Sosok calon justru dinilai menjadi salah satu pengaruh besar dalam menggaet hati pemilih. “Secara umum, saya melihat ada beberapa kemungkinan. Pertama, aspek substantif atau sosok calon itu sendiri. Jadi lebih kepada figurnya ketimbang label partainya. Kedua, aspek teknis penyelenggaraan pemilu serentak itu sendiri. Tapi bisa juga karena faktor lain, seperti teknis atau lain sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga  Mogok Massal Driver Go-Jek Batal, Ini Alasannya

Sementara salah seorang caleg petahana yang gagal pada pemilu tahun ini, Muhammad Alex Solihin, mengaku sangat mengapresiasi kinerja jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menggelar pesta demokrasi tahun ini. “Saya sangat menghargai kinerja jajaran panitia pelaksana. Walaupun ada kekurangan dan masalah sedikit, saya rasa itu hal yang wajar,” akunya.

Setelah dipastikan tidak kembali menjadi anggota legislatif Kota Bogor, ia juga mengaku akan kembali mengurus yayasan pendidikan yang ia miliki. “Sepertinya saya akan kembali mengurus yayasan pendidikan saya. Intinya bisa menjadi wakil rakyat adalah pengalaman berarti buat saya. Bisa membantu masyarakat dan memperjuangkan haknya adalah waktu yang tidak bisa saya lupakan,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Budi. Salah seorang caleg petahana dari Partai Nasdem itu pada Agustus mendatang mengaku siap bergelut di bidang pertanian, yang merupakan salah satu usaha andalannya. Kendati demikian, dirinya tidak akan pergi jauh dari dunia politik Kota Bogor. “Paling bertani lagi. Tapi saya tidak akan meninggalkan dunia politik bagitu saja. Mau menjadi dewan ataupun tidak, dunia politik tetap akan saya lakoni. Tapi saya juga akan bisnis tani lagi,” ujarnya.

Baca Juga  Plt Bupati Cianjur, Tinjau Rumah Ema Jua, Yang Dibangun.

Ia juga mengaku sangat puas dengan penyelenggaraan pemilu tahun ini, meski ini merupakan kali pertama pemilu serentak dilakukan. Kendati demikian, dirinya berharap perlu adanya evaluasi dan perbaikan di beberapa sektor penyelenggara. “Intinya perlu ada evaluasi pasca-pemilu tahun ini. Baik fungsi penyelenggara sendiri maupun teknis lainlainnya. Secara umum, penyelenggara tidak ada masalah yang urgen. Tapi intinya semuanya perlu dievaluasi kembali demi pemilu yang lebih baik lagi di masa mendatang,” tutupnya.

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *