Marakannya Pernikahan Dini di Palu, DP3A Kota Palu Sebut Karena Faktor Ekonomi

oleh -233 views
Kepala DP3A Kota Palu, Irmayanti Pettalolo. Foto : Istimewa

PALU, TRANSMETRO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu mencatat, sudah empat kasus pernikahan anak di bawah umur yang dilakukan oleh sejumlah pengungsi bencana palu.

“Iya benar, beberapa hari ini saya cek, ternyata memang ada di salah satu shelter itu perkawinan anak di bawah umur,” ujar Kepala DP3A Kota Palu, Irmayanti Pettalolo di ruang kerjanya, seperti dikutip kompas.com, Selasa (21/5).

Empat kasus tersebut, sambung Irmayanti, melibatkan anak berumur 15 tahun hingga usia 17 tahun.

Kasus ini pun diperkuat setelah DP3A melakukan pengecekan langsung di pos-pos pengungsian dan hunian sementara (huntara). Beberapa pengelola shelter dan tenda-tenda pengungsi membenarkan adanya perkawinan dini itu.

Baca Juga  Sebarkan Ajakan Mengebom Jakarta, Guru Agama di Garut Ditangkap

Penyebabnya pun beragam, ada akibat pergaulan bebas, ada juga karena faktor ekonomi yang belum stabil hingga saat ini.

Pihaknya menemukan ada pasangan yang baru menikah, dimana perempuan dan laki-lakinya berusia 15 tahun.

Selain itu ada perempuan berumur 15 tahun dinikahkan dengan orang yang jauh lebih dewasa.

“Ini salah satu faktornya ialah ekonomi. Mungkin saja orangtua tak mampu lagi menanggung hidup anaknya karena belum punya pekerjaan,” ungkapnya.

Irmayanti khawatir, pernikahan dini akan semakin banyak terjadi dengan melihat kondisi pengungsi saat ini.

Untuk itu, dalam waktu dekat, DP3A Kota Palu akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak khususnya untuk menyosialisasikan kesehatan reproduksi remaja.

Baca Juga  Sekretaris BPD Marga Mekar Adakan Kegiatan Sosial.

Untuk meminimalisir terjadinya pernikahan dini, P3A melakukan pendampingan terhadap pengungsi yang tinggal di shelter.

Pendampingan dilakukan bekerjasama dengan Non Governmnet Organization
(NGO) yang berkonstrasi pada perempuan dan anak.

“Mudah-mudahan dengan program seperti itu masyarakat bisa mengerti bahwa memang pernikahan dini ini tidak dibenarkan,” ujarnya

Redaktur : Bambang Supriyadi

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *