Nekat Beroperasi di Bulan Ramadhan, Kabid Penegakan Perundangan : Kami Akan Sebar Tim Senyap

oleh -397 views
Ilustrasi tempat hiburan malam (THM)

BOGOR, TRANSMETRO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama kepolisian telah melarang seluruh tempat hiburan malam (THM) seperti karaoke, biliar, tempat pijat dan sauna beroperasi selama bulan ramadhan.

Larangan itu mulai berlaku Minggu malam (05/5) hingga 06 Juni 2019 nanti. Hal tersebut berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Surat edaran hari ini mungkin ditandatangani (bupati, red), tinggal diedarkan. Intinya, Minggu Malam sudah tidak boleh beroperasi,” ujar Kabid Penegakan Perundangan, Agus Ridallah, kemarin.

Baca juga : Munggahan ; Kuliner Pondok Ayam Bakar,” Kang Yana, Mengasyikan

Menurutnya, surat edaran yang bakal disebar ke sejumlah pengelola THM tersebut sifatnya perintah dan wajib ditaati.

“Aturan ini untuk menghormati Umat Islam yang sedang menjalankan ibadah Puasa saat Bulan Suci Ramadan,” ujar dia.

Baca Juga  Antisipasi Situasi Kontinjensi Covid -19,Polres Sukabumi Adakan Rapat Sektoral

Agus mewanti-wanti kepada pengusaha yang nekat beroperasi di Bulan Ramadan bakal diberikan sanksi tegas.

“Kami akan segel, berdasarkan Perda Tibum juga bakal dibongkar jika tetap nekat. Kami sebar tim senyap untuk melakukan monitoring,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Mulai Cairkan Kesejahteraan Pegawai Pekan Ini

Seperti diketahui, Bupati Bogor, Ade Yasin saat ini tengah gencar melaksanakan program Nongol Babat (Nobat), tak hanya bangunan pasangan yang diduga melakukan berbuat mesum juga terus ditertibkan.

Sebelumnya, sebanyak 22 bangunan tempat hiburan malam (THM) dibongkar rata dengan tanah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor yang berada di dua titik di blok Kiray dan blok Yuli, Kamis (2/5) lalu.

Baca Juga  KPI Meminta Penayangan Iklan Hago Dihentikan

Total ada 11 bangunan yang di segel di blok kiray, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, sementara di Blok Yuli ada 11 bangunan yakni, kidul berlian, harada, surya karoke, santika, bahana, Queen, viva yuli, Romi dan blok 16. Bahkan keberadaan bangunan tersebut tersebar sampai samping makam Cina. Hal itu diduga dilakukan pengelola THM untuk mengelabui petugas ketika ada operasi rutin.

“Sekitar 80 persen sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya, tapi untuk pondasi dan lantainya kita bongkar supaya tak bisa dibangun kembali. Memang keberadaanya sudah meresahkan dan dilarang apalagi jelang bulan Ramadan,” kata Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Poll PP Kabupaten Bogor Ruslan.

Ruslan juga mengatakan, ada 22 bangunan di dua titik yakni blok kiray dan blok yuli dan semuanya sudah rata dengan tanah. Adapun dugaan lokasi tersebut kerap dijadikan mesum masih dalam tahap penyelidikan.

Baca Juga  Catatan Kecil Kontributor transmetro Bogor Barat : U C U

Reporter : Bambang Supriyadi
Redaktur : Bambang Supriyadi

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *