326 Jemaah Haji Sukabumi Kembali di Berangkatkan

oleh -276 views

SUKABUMI, TRANSMETRO.ID – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi kembali melepas ratusan jamaah haji di Gedung Pusbangdai Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Pelepasan dipimpin langsung oleh Asda 1 Kabupaten Sukabumi, Ade Setiawan, Rabu (24/07).

Pelaksana Seksi Haji Kemenag Kabupaten Sukabumi, Duduh Burdah menyebut dari empat kloter, pelepasan jemaah haji sudah dilaksanakan dua kloter. Dan untuk pemberangkatan hari ini masuk kedalam gelombang 59 dengan jumlah 326 jamaah dari jumlah keseluruhan 10558 jamaah haji.

“Alhamdulillah hari ini kita melepas 326 jemaah haji Kabupaten Sukabumi. Dan dijadwalkan masuk ke asrama di bekasi pukul 19.00 WIB,” tuturnya.

Menurutnya, pemberangkatan jamaah haji kloter dua tersebut, Kemenang Kabupaten Sukabumi menurunkan enam petugas. Untuk selanjutnya para jamaah haji akan bermukim terlebih dahulu di asrma Bekasi sebelum bertolak ke bandara pada pukul 18.00 WIB, Kamis (25/07) besok.

“Semuanya lancar, kami berharap tahun depan para jamaah hajinya lebih tertib serta memahami dan mengerti aturan. Sehingga lebih memudahkan,” jelasnya.

Sementara itu Kasubsi Lantaskim Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi Taupan Taufik menyebut pada 2019 Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi mengeluarkan 1037 paspor untuk Kabupaten Sukabumi, 75 Paspor untuk Kota Sukabumi, dan 1035 Paspor untuk Kabupaten Cianjur.

“Jumlah itu terdiri dari jamaah haji yang belum dan sudah mempunyai paspor. Namun masa berlakunya sudah habis, sisanya yang sudah mempunyai paspor dan masa berlakunya masih ada maka tidak datang pada kami,” ungkap Duduh.

Ia pun mengakui dalam mengeluarkan paspor untuk calon jamaah haji pada 2019 terkendala, yakni banyak para jamaah haji yang semula merupakan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dan terkadang para eks TKI tersebut merubah data. Sedangkan ketika akan berangkat menjadi calon jamaah haji maka data yang dimasukan harus berdasarkan data asli.

“Ini yang menjadi kesulitan. Banyak para calon jamaah haji yang eks TKI. Terus mereka kadang memasukan data berbeda. Sedangkan data jamaah haji itu harus asli. Maka proses pengeluaran di kantor pusat ini menjadi lama,” jelasnya.

Sehingga pihaknya meminta kepada Kemenag baik Kota/Kabupaten Sukabumi dan Cianjur untuk menyerahkan persyaratan pembuatan paspor bagi para calon jamaah haji minimal enam bulan dari jadwal pemberangkatan.

“Kalau telat maka di Kedutaan Arab Saudi akan menolak, karena ini kan tidak berbicara Kabupaten Sukabumi saja. Tapi seluruh dunia,” tutupnya.(cr-4/tisna/bas).

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *