Demokrat Sebut Kemajuan di Bidang Industri Berdampak Terhadap Kualitas Lingkungan

oleh -407 views
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, Badri Suhendi saat menyampaikan pandangan umum fraksi Demokrat di paripurna DPRD.

SUKABUMI, TRANSMETRO.ID – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sukabumi, menilai bahwa Kabupaten Sukabumi saat ini mengalami kemajuan pesat khususnya di bidang industri. Hal itu terbukti dengan jumlah industri yang mencapai 129 industri berskala menengah dan besar, serta 1.087 industri berskala kecil.

“Contohnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Garmen, Farmasi, Industri Air mineral dan kemasan juga lainnya,” ujar anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, Badri Suhendi, saat menyampaikan pandangan umum fraksi Demokrat di paripurna DPRD, belum lama ini.

Tidak hanya itu, ia menyebutkan penggunaan lahan juga didominasi sektor perkebunan seluas 166.872,04 Hektar yang terdiri dari perkebunan rakyat, Perhutani dan perkebunan milik swasta.

“Dari perkembangan pembangunan di berbagai sektor tersebut tentunya secara otomatis akan memberikan dampak positif dan negatif terhadap kondisi lingkungan,” jelasnya.

Dampak negatifnya bisa saja timbul karena tekanan terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan. “Khusunya terjadi pada penurunan kualitas tanah, air, dan udara,” katanya.

Dampak positifnya, meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Sukabumi dalam hal kewenangan melakukan pengujian kualitas lingkungan serta memberikan informasi kualitas lingkungan yang valid,” jelasnya.

Badri menambahkan, untuk menghasilkan informasi kualitas lingkungan, tentunya harus didukung oleh laboratorium lingkungan penguji kualitas lingkungan yang handal dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, sehingga upaya perlindungan dan oengelolaan lingkubgan hidup akan berjalan lebih efisien dan efektif.

“Fraksi Demokrat mendukung pemerintah untuk menetapkan Raperda Retribusi pemakaian kekayaan daerah berupa laboratorium lingkungan untuk memberikan payung hukum sebagai dasar dalam mengelola dan mengatur aset kekayaan daerah atas laboratorium lingkungan yang dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah dari pungutan retribusi,” jelasnya mengakhiri. (tisna/bams/bas).

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *