Luar Biasa, Tujuh Bocah di Bogor Beli Sapi Kurban dari Hasil Patungan

oleh -185 views
Salah seorang anak pembeli hewan kurban memperlihatkan faktur pembelian kepada wartawan

BOGOR, TRANSMETRO.ID – Tujuh bocah warga Ardio, RT 01/05, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mendadak viral di media sosial lantaran mampu membeli sapi untuk kurban dengan harga yang tidak murah, yakni senilai Rp 19.500.000.

Diketahui, tujuh anak tersebut adalah Abu Bakar (13), Zhilal (11), Sauqi (11), Fauzan (11), Sukatma (12), Zalfa (12) dan Yudi (18).

Abu Bakar, atau lebih akrab disapa iki merupakan inisiator kegiatan tersebut. Ia mengaku sudah menabung sejak 10 bulan lalu. Ia bersama teman-temannya menyisihkan uang jajan untuk membeli sapi kurban.

“Udah dari 10 bulan yang lalu nabung dari uang jajan. Emang niat mau beli sapi buat kurban,” kata Iki, kepada transmetro.id Selasa (23/7).

Selain dari uang jajan, bocah yang baru duduk di bangku kelas tiga SMP itu mengaku juga menyisihkan sebagian uangnya dari hasil membantu sang kakak berjualan bensin eceran di Pasar Anyar dan bayaran dari penampilannya dalam grup marawis.

“Alhamdulillah kebeli sapi, belinya di daerah Dramaga, Kabupaten Bogor,” ungkap Iki.

Rasa bahagia Iki dan teman-temannya pun terpancar setelah 10 bulan menabung kini membuahkan hasil. Tidak ada niatan lain dari mereka membeli sapi kurban yakni hanya untuk berbagi kepada sesama.“Cuma mau berbagi ke sesama aja. Khususnya warga di sini, (warga Ardio, red), imbuhnya.

Sementara, orangtua Iki, Sati (54) mengaku bahagia dan bangga mengetahui anaknya bisa menabung untuk membeli hewan kurban meski hidup dalam kesederhanaan.

“Dia bilang, Iki mau nabung buat beli kurban. Kata saya sanggup gak? Insya Allah sanggup kata dia gitu nanti mau sisihkan dari uang jajan setiap hari. Kalau saya jarang kasih uang jajan, paling ada yang ngasih ke dia, tapi dia jujur kalau dapet uang,” ujar Sati.

Anak bungsunya itu memang dikenal rajin dan mandiri. Kini, Sati hanya berharap niat tulus dari Iki dan teman-temannya menabung untuk hewan kurban dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain.

“Yang jelas seneng, saya ga bisa kurban, tapi dia bisa sendiri alhamdulillah,” ungkap Sati.

Hal senada juga diungkapkan Yani Haryani (45), orang tua dari Fauzan. Ia tidak menyangka bahwa niatan mereka dapat terwujud dari hasil menyisihkan uang jajan.

“Ya awalnya cuma nabung anak-anak biasa kan, terus si Iki itu punya niatan gimana kalau uangnya buat beli kurban. Sempat ragu juga bisa ga ya mereka, saya juga tanyain dulu ke orangtua mereka akhirnya setuju uangnya setiap hari dikumpulin ke saya,” kata Yani.

Yani menambahkan, pada awalnya anak-anak di kampung tersebut yang ikut menabung sekitar 15 orang. Tetapi seiring berjalannya waktu, beberapa dari mereka mundur hingga tersisa tujuh anak tersebut. (bas/bas).

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *