Pamit Daftar Kuliah ke Bogor, Amelia Ditemukan Tewas di Sukabumi

oleh -754 views
Amelia Ulfa (22 tahun), identitas mayat perempuan yang ditemukan di Kampung Bungbulang Salaeurih RT 003/005 Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (22/7). Foto : Istimewa.

SUKABUMI, TRANSMETRO.ID – Pasca terungkapnya identitas mayat perempuan warga Kabupaten Cianjur yang ditemukan di Kampung Bungbulang Salaeurih RT 03/05 Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (22/7). Pihak keluarga langsung mendatangi RSUD R Syamsudin SH, dimana jasad Amelia Ulfa (22) di otopsi.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, pihak keluarga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas.”Kepolisian harus segera menangkap pelaku secepatnya. Pelakunya dihukum seberat-beratnya,” ungkap Gunalan, paman korban, seperti dikutip sukabumiupdate.com.

BACA JUGA : Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan Tewas di Pinggir Sawah Sukabumi

Gunalan mengungkapkan, almarhumah Amelia dikenal sebagai anak yang baik, penurut dan berasal dari keluarga yang soleh. Dirinya juga tidak keberatan apabila dilakukan otopsi pada jenazah, selama itu untuk keperluan penyilidikan.

“Saya masih konsultasi ke orangtuanya. Tapi secara pribadi, demi pengungkapan pelaku, saya rasa diotopsi tidak masalah,” tambah Gunalan.

Menurutnya, korban sempat berpamitan untuk daftar kuliah S1 di salah satu perguruan tinggi di Bogor. “Terakhir pamit itu Sabtu (20/7) siang, izin mau mendaftar kuliah S1 di Bogor. Karena dulunya pun almarhumah kuliah di D3 IPB Bogor. Tentu orang tua mengizinkan. Almarhumah lalu berangkat membawa dokumen kelengkapan pendaftaran kuliah,” ujarnya.

BACA JUGA : Terungkap, Mayat Wanita Tanpa Busana di Cibeureum Warga Cianjur

Gunalan menjelaskan, korban sempat komunikasi dengan pihak keluarga itu pada Minggu malam, korban mengatakan sudah mendapatkan mobil untuk pulang ke Cianjur, tapi mobil dalam keadaan kosong. Alumni MAN 1 Cianjur inipun terpaksa naik mobil yang masih kosong tersebut karena harus mengejar jadwal bekerja pada hari Senin.

“Masih ada Whatsapp dengan ibu dan teman-temannya tadi malam, (kemarin, red) terakhir bilang ke ibunya sudah dapat mobil tapi masih kosong, takut. Beliau juga sempat bilang sudah mau sampai, tapi setelah itu WA dari ibunya masih terkirim masuk, tapi tidak dibaca, kelanjutannya ceklis saja. Komunikasi terakhir sekitar pukul 10.00 WIB,” sambung Gunalan.

Ia tidak tahu persis mobil apa yang digunakan korban dalam perjalanan pulangnya ke Cianjur, namun dipastikan angkutan umum dari Bogor menuju Cianjur. Senin (22/7) pagi, ibu korban meminta pamannnya yang bernama Gunalan itu, untuk mencari keberadaan korban, karena keluarga sudah merasa khawatir.

“Kita mulai panik, karena korban tidak pernah main ke Sukabumi, apalagi malam-malam seperti itu, akhirnya kami berinisiatif membuat laporan kehilangan ke Polres Cianjur,” tukas Gunalan.(su/bas).

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *