Pasca Erupsi, Wisata Gunung Tangkuban Perahu Ditutup

oleh -362 views

BANDUNG, TRANSMETRO.ID – Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, menyampaikan saat ini kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan pasca erupsi sore tadi.

“Pemerintah daerah setempat telah menutup Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu pasca erupsi pada Jumat sore ini, pukul 15.48 WIB,” ujar Agus, seperti dikutip detikcom, Jumat (26/7).

BACA JUGA : Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Pengunjung Dievakuasi

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) jatuhan abu vulkanik mencapai radius 1-2 km. Agus menyebut, distribusi abu teramati di Desa Jaya Giri, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Agus menuturkan, berdasarkan laporan BPBD Bandung Barat, erupsi tak terlihat dari kantor BPBD yang berjarak 17-20 km dari Gunung tangkuban Parahu.

“Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, Badan Geologi mengeluarkan peringatan bahaya bagi pesawat yang melintas di sekitar wilayah gunung atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA). Notifikasi VONA berwarna oranye mengindikasikan lontaran abu masih berada di bawah 1.000 kaki. Level ini dapat membahayakan penerbangan. VONA juga menyebutkan distribusi abu vulkanik mengarah ke timur laut dan selatan,” jelasnya.

BNPB yang berkoordinasi dengan PVMBG menyebut saat ini status Gunung Tangkuban Parahu berada pada level I (normal). Meski demikian, masyarakat dilarang mendekat. Berikut rekomendasi PVMBG pascaerupsi:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.
  2. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.(detik/bas).
block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *