Polisi Buru Pelaku Pembunuh Amelia

oleh -476 views
Amelia Ulfa (22 tahun), identitas mayat perempuan yang ditemukan di Kampung Bungbulang Salaeurih RT 003/005 Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (22/7). Foto : Istimewa.

SUKABUMI, TRANSMETRO.ID – Polres Sukabumi Kota menerjunkan dua tim untuk memburu pelaku pembunuhan terhadap Amelia Ulfah Supendi (22), alumni D3 Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Cianjur yang ditemukan tewas nyaris telanjang di Kampung Seula Erih, Kecamatan Cibereum beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Rizaldi Satria mengungkapkan, pihaknya memastikan jasad yang ditemukan beberapa waktu lalu tersebut merupakan korban pembunuhan.

BACA JUGA : Rektor IPB Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Amelia

“Kasus ini tentunya menjadi atensi kami. Ada dua tim yang diturunkan, Buser dan tim khusus untuk mencari pelaku pembunuhan terhadap Amelia ini,” terangnya seperti dikutip radarsukabumi.com, Selasa (23/7).

Selain itu, pihaknya juga telah mengumpulkan informasi dan keterangan dari para saksi. Pihaknya menelusuri jejak Amelia yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan tersebut.

BACA JUGA : Tim Forensik RSUD Syamsudin SH Sukabumi Temukan Tanda Kekerasan Pada Jasad Amelia

“Dari keterangan keluarganya, Amelia hilang kontak setelah naik angkutan umum, dugaan kami sementara itu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dokter Spesialis Forensik RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, akhirnya mengungkap hasil otopsi terhadap jenazah Amelia. Gadis asal Cianjur itu, rupanya meninggal akibat kekerasan benda tumpul, terutama pada area muka dan rahang yang mengakibatkan kehilangan oksigen hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

BACA JUGA : Pamit Daftar Kuliah ke Bogor, Amelia Ditemukan Tewas di Sukabumi

Dokter spesialis forensik RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, Nurul Aida Fatia menegaskan, luka tumpul pada bagian rahang dan muka bukan diakibatkan oleh luka benda tumpul serta pada kemaluan korban memang sejak dari TKP pun ditemukan ada darah.

“Kesannya seperti darah menstruasi, tapi kita masih menunggu hasil uji laboratorium. Cairan yang terdapat di lubang kemaluannya juga telah dikirim ke laboratorium,” lanjut Aida.

BACA JUGA : Terungkap, Mayat Wanita Tanpa Busana di Cibeureum Warga Cianjur

Terakhir Nurul mengungkapkan, kematian korban itu diperkirakan sekitar 12 sampai 18 jam yang lalu, terhitung saat Aida melakukan pemeriksaan pertama pada korban. “Berdasarkan pemeriksaan pertama saya tadi ya, bukan sejak penemuan korban pertama kali,” tukasnya. (rs/bas).

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *