Mahasiswa IPB Bantu Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Sukabumi

oleh -281 views
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam program IPB Goes To Field (IGTF) Sukabumi saat memberikan pelatihan pengolahan undang rebon kepada warga Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Foto : Istimewa.

SUKABUMI, TRANSMETRO.ID
Sebanyak sembilan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam program IPB Goes To Field (IGTF) Sukabumi, membantu mendorong ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan produk udang rebon.

Menurut Aisyah Nur Nabila seorang mahasiswa IPB program IGTF Sukabumi sekaligus penemu salfis (produk udang rebon crispy, red) mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Sangrawayang, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Kebetulan di daerah itu banyak terdapat udang. Sehingga kami berinovasi untuk pengembangan produk udang rebon crispy yang diberi nama Salfis,” paparnya, seperti dikutip antaranews.com, Minggu (25/8).

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan salah satu gerbang untuk mendorong ekonomi masyarakat di Desa Sangrawayang, khususnya para pengolah ikan asin, pasalnya dengan diolah dan dikemas sedemikian menarik nilai jualnya pun akan lebih tinggi.

Baca Juga  Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Melakukan Pencoblosan Dengan 25 TPS

Untuk diketahui, inovasi untuk memberdayakan masyarakat ini bermula dari keberangkatan mereka untuk pengabdian di masyarakat. Mahasiswa IPB tersebut diberikan tantangan untuk mengembangkan produk perikanan seperti udang rebon dan ikan-ikan kecil yang selama ini hanya diolah menjadi ikan asin.

Tidak berhenti pada tahap pengolahan, mereka juga memberikan metode atau tips-tips melakukan pemasaran seperti branding dan marketing kepada para pengolah ikan asin di tempat sembilan mahasiswa ini mengabdi.

Dengan demikian, perekonomian masyarakat akan lebih terangkat dengan inovasi produk disertai teknik pemasaran di era 4.0.

“Insha Allah, produk Salfis ini akan terus dikembangkan untuk sektor dalam negeri terlebih dahulu. Kedepannya setelah melihat peluang pasar, harapannya dapat menjadi produk ekspor,” tambahnya.

Baca Juga  Ngabuburit Ala Brigadir Sandi Praja dengan Perpustakaan Keliling

Aisyah mengatakan bahwa produk ini sangat praktis untuk dibawa kemana-mana sebagai makanan. Produk ini juga memiliki varian rasa seperti keju, balado dan rendang. Selain itu, produk ini memiliki protein dan gizi karena merupakan asli dari laut dan segar.

Satu kemasan produk seberat 100 gram dijual dengan Rp20 ribu. Pihaknya juga berharap agar produk ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh warga Desa Sangrawayang dan masyarakat pesisir lainnya di Sukabumi.

“Kami pun sudah memberikan pelatihan kepada warga khususnya ibu-bu dan diharapkan program pengabdian masyarakat ini tidak hanya terhenti pada program IGTF tetapi outputnya dapat terus berkelanjutan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya. (antara/bas).

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *