Saksikan Rekontruksi Amelia, Paman Korban Geram

oleh -710 views
Gunala (kaus merah), paman korban saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan terhadap Amelia Ulfa. Foto: detikcom.

SUKABUMI, TRANSMETRO.ID – Gunala paman dari Amelia Ulfa (23) gadis Cianjur yang dihabisi nyawanya oleh sopir angkot beberapa pekan lalu menjadi pusat perhatian polisi selama RH (25) melakukan rekonstruksi kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Jalan Baru Sukaraja, Pasirhalang, Sukabumi, Jumat (9/8).

Lelaki mengenakan kaus merah berambut gondrong itu beberapa kali berusaha maju mendekat ke arah pelaku. Sejumlah polisi berseragam mendekat dan mencegahnya.

BACA JUGA : Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuh Amelia

Gunala adalah adik ipar Masriah (40) atau ibu kandung korban. Ia yang melaporkan hilangnya Amelia Ulfa ke polisi. Gunala juga orang pertama yang memeriksa jasad AU usai ditemukan warga tergeletak di tepi sawah dan dibawa ke instalasi kamar jenazah RSUD R Syamsudin SH.

Baca Juga  Polisi Temukan Barang Pribadi Milik Amelia

BACA JUGA : Polisi Temukan Barang Pribadi Milik Amelia

Di lokasi rekonstruksi, Gunala terlihat berurai air mata. Ia geram sambil menghentak-hentakan kakinya ke tanah untuk melampiaskan kekesalannya.

“Almarhum (AU) ini adalah anak yang saleh, anak yang baik, harapan keluarga ia punya masa depan yang baik. Keponakan saya tidak pantas diperlakukan seperti itu,” ujar Gunala, seperti dikutip detikcom.

Gunala datang ke lokasi bersama keluarga AU salah satunya ibu kandung korban. Adik kandung dan sepupu AU juga ikut datang dan melihat langsung proses reka ulang peristiwa keji tersebut.

“Saya berterima kasih kepada polisi, kemudian saya mohon kejaksaan dan pengadilan memberikan hukuman seberat beratnya. Bila perlu hukum mati!” ucap Gunala.

Baca Juga  Rektor IPB Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Amelia

Beberapa polisi terus menenangkan Gunala. Polwan juga terlihat menenangkan ibu kandung korban. “Ibu yang sabar ya, serahkan kepada kepolisian untuk kasusnya,” ucap polwan.

Korban AU diperankan Bripda Ritami Bela Putri, anggota Polwan Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Ia mengenakan pakaian, jilbab dan tas yang mirip seperti dikenakan korban di hari terakhirnya sebelum dihabisi nyawanya oleh pelaku.

Sebelum berperan sebagai AU, anggota Polwan itu terlihat meminta izin dan bersalaman dengan keluarga korban. Polwan yang akrab disapa Bela itu terlihat serius melakoni perannya sebagai AU.

Adegan diperagakan mulai saat korban dibekap, dicekik hingga dibaringkan oleh RH di lantai bawah jok dekat sopir usai diperkosa. Terakhir adegan RH membuat jasad AU di tepi sawah, Sukabumi. (dtk/bas)

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *