Kerap Terlibat Tawuran, Polres Bogor Desak Dinas Pendidikan Evaluasi Sekolah

oleh -401 views
Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky saat mengungkap kasus tawuran yang terjadi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

BOGOR, TRANSMETRO.ID – Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky menilai sekolah yang kerap terlibat tawuran agar dievaluasi. Hal itu ia katakan saat konferensi pers terkait pengungkapan kasus tawuran yang terjadi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor di Mako Polres Bogor, Senin (2/9).

“Saya akan menyampaikan hal ini Kepada Bupati dan diteruskan kepada Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Provinsi karena levelnya SMK agar melakukan evaluasi dan penilaian terhadap sekolah yang terlibat tawuran,” tegas Dicky.

BACA JUGA : Sat Reskrim Polres Bogor Amankan Dua Pelaku Tawuran

Selain itu, pihaknya berencana mendata sekolah yang terlibat tawuran dalam kurun waktu setiap tahun dan data tersebut akan disampaikan kepada Dinas Pendidikan agar pihak sekolah melakukan langkah-langkah yang dapat mengantisipasi terjadinya kembali tawuran antar pelajar.

Baca Juga  Kemkominfo Tutup Ribuan Konten Radikal

“Jadi sudah turun temurun antara senior/junior hanya karena gengsi. Ini perlu didalami siapa alumni-alumninya yang dimungkinkan ada geng di dalamnya. Ini juga harus ada peran aktif oleh pihak sekolah dan kita juga akan memanggil sekolah-sekolah yang terlibat tawuran tersebut,” tuturnya.

Ia pun berharap adanya pengawasan ekstra terhadap alat komunikasi dan kegiatan dari pihak sekolah serta orang tua dalam memperhatikan murid atau anak-anaknya agar siswa yang terlibat tawuran memiliki perlakuan khusus.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bogor berhasil mengungkap kasus penganiayaan terhadap siswa SMK yang diduga terlibat tawuran antar sekolah di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor hingga korban meninggal dunia.

Baca Juga  Kapolres Bogor Soroti Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Kapolres Bogor, AKBP Andi M. Dicky menyebut peristiwa tersebut terjadi di depan PT.VAKSINDO II D/A Kampung Baru RT01/08, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Kamis 22 Agustus 2019 sekira pukul jam 23.30 WIB.

“Penganiayaan tersebut diawali dengan adanya komunikasi melalui aplikasi daring (online, red) antara korban berinisial A (17) dengan AM (17) untuk bertemu di depan sebuah pabrik di wilayah Wanaherang,” tutur Dicky

Mereka, sambung Dicky, pergi menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi. Setelah bertemu korban, saksi serta pelaku akhirnya melakukan duel satu lawan satu dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Akibat dari perkelahian tersebut korban terkena sabetan celurit di bagian tangan sebelah kanan dan paha kaki sebelah kanan serta kepala.

Baca Juga  Terlibat Tawuran, Dua Oknum Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

“Melihat korban bersimbah darah pelaku dan teman-temannya melarikan diri dari lokasi. Akibat dari perkelahian tersebut korban meninggal dunia,” ujarnya.

Akibat dari perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 80 Ayat (1) UU. No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 351 ayat (3) KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana. (Bas/bas).

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *