Tolak KTR, Aliansi Masyarakat Tradisi Bogor (AMTB) Gelar Aksi

oleh -398 views
Puluhan seniman dan budayawan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tradisi Bogor (AMTB) menggelar aksi penolakan Perda KTR di Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (25/9).

BOGOR, TRANSMETRO.ID – Puluhan seniman dan budayawan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tradisi Bogor (AMTB) menggelar aksi penolakan terhadap peraturan daerah (perda) yang tertuang dalam Perda KTR Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok, di Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (25/9).

Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah papan bergambar tokoh wayang yang berbentuk gugunungan sebagai simbol bahwa budaya itu lebih tinggi, serta membawa bermacam-macam jenis tembakau, rokok, bunga serta buah-buahan.

“Tembakau adalah legal dan perokok bukan kriminal,” teriak salah seorang demonstran.

Sementara, penggerak kebudayaan, Bambang Sumantri atau biasa disapa ki Sumantri menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian yang mewakili sebagian kecil masyarakat yang ada di wilayah nusantara dan berharap kepada pemerintah untuk sama-sama mengkaji dan menyikapi persoalan larangan merokok.

Baca Juga  Tanam Pohon, di Lokasi Wisata, Bupati Sukabumi Gunakan ATV

“Hari ini meminta kepada pemerintah untuk merevisi Perda KTR Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2018 untuk memperjuangkan hak perokok
Karena perokok tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunan Perda KTR dan hak perokok ditiadakan atau disunat, lalu tidak adanya tempat khusus merokok serta tidak adanya akses informasi mengenai produk (larangan iklan dan promosi serta larangan pemajangan produk,”ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa aksi tersebut bukan melihat dari larangan merokoknya akan tetapi lebih jauh melihat dari sifat keadilan terhadap rakyat di nusantara karena sebagian rakyat nusantara para petani tembakau saat ini menggantungkan hidupnya dari tembakau.

Akan tetapi, sambungnya, ketika pemerintah sudah tidak ada kepedulian terhadap rakyat kecil termasuk petani tembakau maka berjuta rakyat indonesia banyak yang akan tergusur dan lapar. Dengan begitu, pihaknya mengaku dengan adanya aksi dari komunitas budaya yang berada di wilayah bogor mengimbau khususnya kepada pemerintah Kota Bogor untuk bersama-sama untuk
mencari solusi tentang tembakau.

Baca Juga  Ketua Fraksi Gerindra : " Pencak Silat Harus Menjadi Materi Pembinaan di Kabupaten Sukabumi"

“Tembakau nusantara merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sangat bernilai di mata dunia salah satunya dengan cukai tembakau negeri ini bisa dibangun. Jangan sampai secara kebijakan pajak terhadap cukai tembakau pemerintah mengambil hak cukai, akan tetapi dibalik itu pemerintah membunuh juga para petani tembakau dengan cara mengkriminalisasi tentang larangan merokok,” tuturnya.

Dengan begitu, ia meminta untuk kawasan yang steril dengan rokok tidak membelenggu kebebasan masyarakat untuk menikmati hasil bumi, yang merupakan sebuah karya nusantara.

“Kami berharap kepada seluruh komponen masyarakat, kami siap mendukung dan akan memperjuangkan nasib para petani. Tujuan kami di sini mengadakan aksi perdamaian, aksi yang memberikan kritik kepada seluruh yang memangku kebijakan untuk berhati hati di dalam memutuskan setiap kebijakan karena setiap kebijakan ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan.” tukas ki Sumantri.

Baca Juga  Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bogor Tidak Sesuai Aturan Nasional

Disisi lain, pihaknya sebagai konsumen sudah turut serta membayar pajak melalui cukai rokok yang saat ini sudah dinikmati oleh Pemerintan Kota Bogor berupa Pajak Rokok dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT). (bas/bas).

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *