Kepala Desa Ganti Perangkat. Boleh ?

oleh -133 views

TRANSMETRO.ID BOGOR;
Kepala Desa (Kades) baru identik dengan perombakan perangkat desa, mulai dari Sekdes hingga staff pembantu kaur desa. Mulai dari pelayanan umum hingga pelayanan husus berupa Kaur yang membidangi pemerintahan, keuangan, pembangunan, perekonomian dan kesra.

Pada dasarnya seorang Kepala Desa boleh saja mengganti perangkat desa asalkan saja sesuai dengan mekanisme perundangan yang telah ditentukan

Perangkat Desa sendiri adalah unsur staff yang bertugas membantu Kepala Desa dalam penyusunan kebijakan dan hal lain yang bersifat koordinasi. Staff desa posisinya berada di bawah tanggungjawab Sekretariat Desa.

Perangkat desa sendiri terdiri dari Sekretariat Desa (Sekdes), Pelaksana kewilayahan, dan Kepala urusan (Kaur) sebagai Pelaksana teknis yang berkedudukan sebagai unsur pembantu kepala desa.

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, perangkat Desa bertanggung jawab kepada Kepala Desa.

Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Dalam melaksanakan tugasnya, salah satu kewenaangan Kepala Desa adalah mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa.

Perangkat Desa diangkat dari warga Desa yang memenuhi persyaratan:
a. Berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat;
b. Berusia 20 tahun sampai dengan 42 tahun;
c. Terdaftar sebagai penduduk Desa dan bertempat tinggal di Desa paling kurang 1 (satu) tahun sebelum pendaftaran; dan
d. Syarat lain yang ditentukan dalam peraturan daerah kabupaten.

Perangkat Desa sedianya diangkat oleh Kepala Desa setelah dikonsultasikan dengan Camat atas nama Bupati.

Pengangkatan perangkat Desa dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut:
-Penjaringan dan penyaringan atau seleksi calon perangkat Desa;
-Dikonsultasikan dengan Camat;
-Camat memberikan rekomendasi tertulis yang memuat mengenai calon perangkat Desa yang telah dikonsultasikan dengan kepala Desa; dan
-Rekomendasi tertulis camat dijadikan dasar oleh kepala Desa dalam pengangkatan perangkat Desa melalui keputusan kepala Desa.

Permendagri 83/2015 bahkan mengatur mengenai mekanisme pengangkatan perangkat desa, yaitu :
-Kepala Desa dapat membentuk Tim yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris dan minimal seorang anggota;
-Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan calon Perangkat Desa yang dilakukan oleh Tim;
-Pelaksanaan penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa dilaksanakan paling lama 2 (dua) bulan setelah jabatan perangkat desa kosong atau diberhentikan;
-Hasil penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa sekurang – kurangnya 2 (dua) orang calon dikonsultasikan oleh Kepala Desa kepada Camat.

Pada intinya, sepanjang kepala desa yang baru ingin mengangkat perangkat desa yang baru, maka ia harus melalui mekanisme yang telah diatur sebagaimana yang telah dijelaskan dalam peraturan perundang – undangan.

Meski demikian, jika perangkat desa yang lama memang harus diberhentikan untuk diganti dan diangkat perangkat desa yang baru, tentu harus ada alasannya.

Alasan pemberhentian Perangkat Desa adalah :
-Usia telah genap 60 (enam puluh) tahun;
-Dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
-Berhalangan tetap;
-Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat desa; dan
-Melanggar larangan sebagai Perangkat Desa.

Pemberhentian Perangkat Desa inipun wajib dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Camat.

Oleh karena itu, kepala desa selaku pihak yang berwenang untuk mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa tentu harus bertindak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang – undangan.

(Kosmedi, dari berbagai sumber)

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *