Santap Jomet, Puluhan Warga Nagrak Keracunan

oleh -133 views

SUKABUMI, – Puluhan warga Kecamatan Nangrak, Kabupaten Sukabumi diduga mengalami keracunan massal usai bersantap di acara muludan. Akibatnya, warga yang keracunan tersebut harus menjalani perawatan intensif, Minggu (15/12/2019).

Hasil informasi Puskesmas Nagrak, Warga yang keracunan tersebut berasal dari Kampung Barujagong RT 04/10 Desa Cisarua dan Kampung Sinagarkolot RT 01/08 Desa Nagrak Utara.

“Warga mulai berdatangan sekitar pukul 08.00 wib dengan keluhan yang sama, yaitu mual, mulas, pusinh dan diare,” kata Kasubbag TU Puskesmas Nagrak, Dinda Ismaya.

Menurut dia, hingga saat ini korban sudah mencapai 121 pasien yang diduga keracunan. beberapa pasien sudah dipulangkan. Sekarang masih banyak yang sedang ditangani hingga di rujuk ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Rata-rata pasien mengaku menyantap balado telur, gudeg nangka dan sambal ijo di acara Muludan. Beberapa pasien, harus diinfus untuk menetralisir racun.

“Kami sudah mengambil sample makanan. dan juga membuka posko di wilaya Desa Nagrak Utara untuk jemput bola korban di sana,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Camat Nagrak, Kurnia Lesmana, bahwa warga mengaku merasa ada gangguan kesehatan setelah menyantap makanan. Dan mereka sudah ditangani secara medis.

“Para korban ada yang dirawat di Puskesmas Nagrak, ada yang ditangani di posko, dan ada juga yang dirujuk ke RSUD Sekarwangi dan RS Kartika Cibadak, Serta ada juga yang audah dipulangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Al Rasyid memastikan bahwa total warga yang mengalami keluhan keracunan massal menjadi 121 orang.

“Jumlah itu terdiri dari 41 orang dirujuk ke RS Sekarwangi Cibadak, 1 orang dirujuk ke RS Kartika, 64 orang dipulangkan ke rumah masing-masing namun tetap dalam pemantauan, serta 15 orang yang diwarat di Puskesmas Nagrak,” terang Harun.

Menurut ia, Dinkes sudah melakukan beberapa upaya penyelidikan epidemologis dan investigasi lapangan, koordinasi lintas sektor, dan melakukan perawatan dan pengobatan, serta mendirikan posko dan berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini para korban keracunan sudah dapat tertangani dengan baik. “Seluruh pengobatan dan tindakan medis keracunan massal ini ditanggung seluruhnya oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Reporter:Ade Sutisna

Editing :Ade Sutisna

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *