Longsor, Bupati Sukabumi Minta Perangkat Cepat Tanggap

oleh -107 views

SUKABUMI.TRANSMETRO,-Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi Minggu (16/02/20) menimbulkan beberapa titik lokasi terjadi bencana longsor terjadi. salah satunya akses jalan menuju kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Hingga pagi ini timbunan tanah longsor masih menutupi ruas jalan daerah tersebut, Sedikitnya ada tujuh titik longsor disepanjang Jalur Geopark Ciletuh Palabuhanratu, ruas Loji – Palangpang.

Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Sukabumi lokasi yang terkena bencana, wilayah Cipeucang Desa Tamanjaya, Cibuti Desa Girimukti, Batu Cakup Desa Ciemas, Pasir Muncang Desa Girimukti.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menurunkan Alat berat dan sudah mulai beroperasi sejak pagi tadi, sejumlah aparat terlihat dilokasi bencana untuk membantu membersikan puing-puing longsoran tanah.

Baca Juga  Polantas Polsek Parungkuda, Atur Lalin di Jalan Raya Sukabumi

Longsor juga menutup akses jalan Provinsi ruas Mareleng – Waluran – Palangpang hingga mencapai tinggi Material longsoran 1 meter, menutup jalan provinsi dengan lebar 6 meter dan panjang sekitar 10 meter.

Sementara itu banjir terjadi di Kampung Nyalindung Desa Mekarsakti dan kampung Bantar Panjang Desa Sidamulya, air meluap melintasi Jalan taman jaya – Ciwaru Air hingga membanjiri sawah dan pemukiman warga.

Tidak hanya Kawasan Geopark, pergeseran tanah di Kecamatan Nyalindung Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana kembali terjadi, Sebelumnya, kampung tersebut diterjang bencana pergerakan tanah pada April 2019 silam, Sejumlah petugas dan alat berat diturunkan guna mengantisipasi terjadinya korban, untuk sementara jalan tersebut ditutup untuk kendaraan.

Baca Juga  Izin Peledakan Tambang PT MSS Ada di Kepolisian

Usai memimpin Rapat Dinas Bulanan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menghimbau masyarakat agar tetap waspada. “Kita harus siaga bencana, apalagi kawasan geopark ini perlu dicermati karena kemiringan pegunungannya” jelasnya.

Bupati Sukabumi meminta Respon Perangkat Daerah dan Camat serta jajaran dibawahnya untuk lebih aktif. “Walaupun statusnya itu jalan provinsi tapi kita tidak bisa membiarkan, walaupun kalau komunikasi secara baik sebetulnya itu masih banyak jalan alternatif, nah ini sekarang papan petunjuk arah yang belum banyak” tambahnya.

Menurut Bupati, salah satu program untuk mengantisipasi longsoran tanah yaitu dengan melakukan penghijauan disetiap kawasan.

Sandi S/ Linda H

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *