11 Kecamatan Kab.Bogor Zona Merah, Bupati Siapkan Pemberlakukan PSBB

oleh -203 views

BOGOR.TRANSMETRO,-Bupati Bogor, Ade Yasin secara resmi menegaskan akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Rabu, (15/04/20).

Pembatasan ini akan diprioritaskan di wilayah yang masuk zona merah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Saat ini, setidaknya ada 11 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk zona merah. Diantaranya, Kecamatan Cibinong, Gunung Putri, Bojongg Gede, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Ciomas, Ciampea, Kemang, Ciseeng dan Parung Panjang,”Kata Bupati Bogor, Ade Yasin usai memimpin rapat di Pendopo Cibinong, Minggu (12/4/2020) kemarin.

Diterangkannya, penerapan PSBB di Kabupaten Bogor lebih difokuskan pada pencegahan penyebaran Covid-19. Tentunya, agar masyarakat tidak berlalu lalang serta menghindari daerah zona merah.

“Memang ada kendala, karena Kabupaten Bogor wilayahnya luas, jumlah penduduknya banyak dan ada ratusan pintu masuk.

Sementara, kita tidak mungkin menyebar petugas di semua titik wilayah zona merah di 11 kecamatan,” ujarnya.

Untuk 29 kecamatan lain di luar zona merah, Pemkab Bogor tetap bakal memberlakukan PSBB dengan cara mengintensifkan pemantauan di tingkat RT, RW, Desa hingga Kecamatan.

Terlebih, saat ini Pemkab Bogor sedang merancang Peraturan Bupati (Perbup) untuk teknis PSBB.

“Perbupnya lagi dirancang dan dipersiapkan. Kami diberi waktu dua hari dan hari Rabu esok akan dilaksanakan di lima wilayah di Jawa Barat bersama-sama.

Mudah – mudahan saja malam ini Perbupnya jadi, agar besok Senin (13/4) sudah bisa disosialisasikan dan pastinya, PSBB di Kabupaten Bogor tidak jauh berbeda dengan pemberlakukan PSSB di DKI Jakarta,” ungkapnya.

Terkait bantuan jaring pengaman sosial untuk warga terdampak, kata Ade, masih dalam pendataan. Namun demikian, politisi PPP ini mengaku kesulitan dalam memenuhi bantuan warga terdampak, akibat jumlah penduduk yang begitu banyak.

“Kabupaten Bogor ini sangat luas, jadi bagaimana kami harus memenuhi kebutuhan warga kategori miskin atau yang memang kehilangan pekerjaan.

Memang banyak perusahaan atau pabrik diwilayah kami, di situ banyak karyawannya. Nah kalau diberhentikan nasibnya bagaimana, kalau tidak juga bagaimana,” ucapnya.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, PSBB di wilayah Bodebek meliputi lima daerah administratif, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

PSBB di Bodebek sendiri akan mulai diterapkan pada Rabu (15/4/20) dini hari, Pukul 00.00 WIB.

“Sosialisasinya akan berlangsung selama dua hari, yaitu Senin dan Selasa (13-14 April 2020). Penetapan PSBB di lima wilayah ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan RI.

Bahkan, kami sudah koordinasikan dan menetapkan PSBB dilima wilayah ini akan dimulai hari Rabu dini hari tanggal 15 April 2020 selama 14 hari. Setelah 14 hari itu, nanti kami evaluasi apakah diteruskan atau dikurangi intensitasnya,” terangnya.

Masih dikatakannya, ada dua wilayah administratif pemerintahan yang berstatus Kabupaten, yakni Kabupaten Bogor dan Bekasi.

Wilayah kabupaten ini memiliki cakupan cukup besar, sehingga tidak bisa semua kecamatannya menerapkan PSBB secara maksimal.

“Karena itu, hanya kecamatan berstatus zona merah yang akan menerapkan PSBB maksimal. Dimana, salah satunya akan memulai menutup akses ke wilayah – wilayah sekitar. Kemudian, akan membatasi kegiatan – kegiatan perkantoran, komersial, kebudayaan, dan kegiatan keagamaan,” imbuhnya.

Ridwan menjelaskan, wilayah kabupaten berbeda dengan DKI Jakarta atau Kota Bogor, Depok, dan Kota Bekasi. Kabupaten memiliki desa, sehingga tidak bisa diberlakukan PSBB nya persis seperti yang ada diwilayah kota, seperti DKI Jakarta.

“Oleh sebabnya, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi memutuskan PSBB nya terbagi dua. Artinya, di zona merah kecamatan – kecamatan tertentu PSBB nya maksimal. Di non-zona merah PSBB nya akan menyesuaikan antara minimal sampai kelas menengah. Khusus untuk Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi akan melaksanakan istilahnya PSBB maksimal,” pukasnya.

Repoter : Agus Sudrajat

Redaktur : Hepie H

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *