LBH Ansor Kota Bogor Buka Posko Online Bantuan Hukum Untuk Korban Terdampak Covid-19

oleh -78 views

BOGOR.TRANSMETRO,-Pandemi Covid-19 bukan hanya persoalan kesehatan, namun juga telah menimbulkan dampak serius di berbagai bidang, termasuk persoalan hukum. Karena itu, tak heran jika saat ini banyak masyarakat yang meminta untuk membuka posko Bantuan Hukum Covid-19. Salah satunya yang sudah membuka posko itu adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, Kota Bogor, Jawa Barat

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Bogor, Muhammad Yunus Yunio menyatakan, dibukanya posko Online Bantuan Hukum Covid-19 tersebut, didasari dari keinginan dan permintaan masyarakat.

“Posko online ini didalamnya melibatkan seluruh Advokat dan Paralegal LBH Ansor di seluruh kantor – kantor LBH Ansor yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Yunus, Senin (13/4/2020).

Ia menerangkan, melalui Posko Online Bantuan Hukum Covid-19, LBH Ansor akan memberikan konsultasi hukum serta melakukan upaya hukum lainnya untuk mengatasi persoalan – persoalan menyangkut hukum. Terutama yang menimpa kepada masyarakat pencari bantuan hukum yang miskin dan termarjinalkan.

“Kami, LBH Ansor akan fokus pada isu-isu yang meliputi, tapi tidak terbatas pada hak warga atas kesehatan dan hak pekerja,” ujarnya.

Masih dikatakannya, bagi para pencari keadilan yang menginginkan maupun membutuhkan bantuan hukum, bisa langsung meng-akses melalui situs online yang sudah disediakan yakni di
http://lbhansor.or.id/poskocovid19/.

“Semua sudah kami siapkan, jadi bagi warga atau masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, tinggal klik saja situs kami seperti disebutkan itu,” ungkapnya.

Sementara, Dewan Penasehat LBH Ansor Kota Bogor, Rd. Anggi Triana Ismail menegaskan gerakan yang di gandrungi para advokat pemuda ini akan memastikan secara hakikat bahwa manusia harus terlindungi baik secara lahir maupun batin, sebagaimana terkandung didalam ayat – ayat suci Al-qur’an Q.S. Al-An’am ayat 151 yang menjadi dasar adanya hak untuk hidup.

“Begitu pula pada Q.S ayat 13 yang menjadi dasar adanya hak persamaan derajat, lalu Q.S. Al-Ma’ ayat 2 dan 8 yang menjadi dasar adanya hak memperoleh keadilan,
Q.S. Al-Baqarah ayat 188 yang menjadi dasar hak perlindungan harta dan milik, Q.S. Al-Baqarah ayat 256 dan Q.S. ayat 99 yang menjadi dasar hak kebebasan beragama, serta masih banyak lagi ayat Al Qur’an lainnya yang mengisyaratkan
pemenuhan hak – hak manusia menurut fitrahnya,” tegas Anggi.

Anggi menuturkan, bantuan hukum bagi masyarakat ini akan diberikan secara cuma – cuma (prodeo/probono), yang didasari oleh falsafah Kebangsaan serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Pancasila & UUD 1945.

“Secara yuridis, pemberian bantuan hukum ini merujuk pada UU No.16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Jadi sudah tepat dan akurat untuk dilakukan anak – anak muda Ansor ini. Kami yakin, ditengah wabah covid-19, masyarakat kelas bawah akan berbondong-bondong mencari secercah harapan hidup. Apalagi, ketika semua akses ditutup oleh beberapa kebijakan pemerintah saat ini,” imbuhnya.

Anggi menyebut, cobaan terbesar dalam pandemi Covid-19 adalah ekonomi. Dimana, merupakan akar tunjang seluruh umat manusia dibumi. Sehingga, tidak mustahil jika iman seseorang lemah bakal melakukan kejahatan – kejahatan dipermukaan sosial.

“Inilah sebenarnya pekerjaan rumah buat kita semua. Sebab, ada kemungkinan tragedi kerusuhan pada tahun 1996 – 1999 di masa rezim order baru, akan terjadi lagi, apabila pemerintah tidak segera mungkin melakukan kebijakan untuk menjawab kegundahan bangsanya. Terutama masyarakat kelas bawah yang termarjinalkan,” pukasnya.

Anggi dan jajaran LBH Ansor Kota Bogor berharap, adanya pemberian bantuan hukum (prodeo/probono), bisa memperlambat atau mengurangi kekhawatiran dan kegaduhan sosial. Bahkan mungkin kiamat sosial yang bakal terjadi akibat pandemi Covid-19.

Reporter : Agus Sudrajat

Redaktur : Hepie H

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *