Pasca Covid-19, Ketua Fraksi Gerindra Kab.Sukabumi Soroti Dampak Ekonomi dan Sosial

oleh -220 views

Ketua Fraksi Gerindra Kab. Sukabumi, H. Usep Wawan, saat memasang Alat Perlindung Diri berupa masker kepada warga desa Cilengsing, Kamis (02/04/20)

SUKABUMI,TRANSMETRO -Pantauan Pelaksanaan Pencegahan Penanggulangan Virus Corona atau Covid-19, di Kabupaten Sukabumi, Mendapatkan atensi langsung dari Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Usep Wawan,

Dimana Fraksi sebagai kepanjangan Partai Politik, guna menampung aspirasi konstituen di setiap Dapil, agar hak-hak konstitusinya terakomodir melalui Wakilnya di DPRD.

Begitu halnya dengan hak rakyat mendapatkan rasa aman nyaman dan terayomi di saat genting akibat wabah Covid-19 di Kabupaten Sukabumi khususnya Dapil I Palabuhanratu.

Dalam pantauanya di lapangan, sejumlah kesiapan di level Tim Gugus Tugas Puskesmas, belum siap secara optimal. Seperti persiapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas yang bersentuhan langsung dengan warga.

adapun APD yang mereka gunakan sekarang ini, rata-rata tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur yang di tetapkan World Health Organization (WHO) atau Kementrian Kesehatan.

APD dimaksud seperti Ultra Low Volume (ULV), meliputi, Cold Togger, Mist Blower, DAF 3000, Sprager, Lap Flanel atau Kain Mikrofiber, Masker N95, sarung tangan, pakaian pelindung, kecamata goggle, dan lainya.

Begitupun formulasi disinfektan dan cara penggunaannya, perlu mendapatkan panduan yang benar berdasarkan Standar Operasional Prosedur yang benar.

Karena disinyalir di 14 hari pertama penanggulangan dan pencegahan Covid-19, petugas non medis,telah salah memberikan formulasi dan cara penyemprotan disinfektan tersebut.

Menurutnya, petugas yang memberikan arahan dilapangan, harus mempunyai kopetensi.
Tidak hanya kesiapan petugas pelaksana di lapangan yang harus di lengkapi APD ber SNI,

warga masyarakatnya juga, harus di sentuh dari berbagai aspek. dampak yang timbul harus terdeteksi secara baik. Karena tidak menutup kemungkinan dengan pemberlakuan social distancing akan timbul dampak psikologis, ekonomi, sosial dan dampak lainnya.

Berdasarkan hasil pantauannya selama tiga hari berturut-turut, kondisi secara umum warga masyarakat belum terlihat ada kecemasan yang serius. hanya saja ada sejumlah pertanyaan warga,

bentuk kekhawatiran pemberlakuan social distancing dalam jangka lama, akan timbul dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di level bawah. Karena adanya pembatasan aktivitas dari konsekwensi pemberlakuan aturan tersebut.

Hal ini terlontar dari Wakil Ketua BPD Desa Cileungsing Kecamatan Cikakak, Wawan, saat pantauan pelaksanaan pembentukan Gugus Tugas Covid-19, di Kecamatan Cikakak, Kamis (02/04/20).

Menjawab pertanyaan warga, Ketua Fraksi Geridra, meminta Pemerintah Daerah, menyiapkan atau membuat posko penanggulangan dampak, baik ekonomi maupun sosial. Jadi tidak hanya bidang Kesehatan saja.

Mengingat pergeseran anggaran tidak hanya di Dinas Kesehatan saja, tapi pergeseran anggaran untuk penanggulangan Covid-19 ini, berlaku di semua, kritiknya.

Walau demikian, masyarakat di minta jangan panik sebab pemerintah sedang berupaya menanggulangi dan pencegahan virus corona ini.

Hadir dalam pembentukan gugus tugas Covid-19, Kecamatan. Camat Cikakak, H.Asep Mahmud, Sekmat, Latifah Triana G, Danpos Ramil, Eka Wijaya, Kasubag TU Puskesmas, Ade Setiawan, Kepala Desa Cileungsing, H.Asep Ahmad Sugandi, perwakilan Ketua RW dan RT se-desa Cileungsing.

Reporter : Sopandi

Redaktur : Hepie H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *