Sejumlah Warga Desa Pasirpajang Keluhkan Bank Emok

oleh -493 views

Warga Resah Minta Bantuan Desa Pasirpanjang Penangguhan Tagihan Bank Emok

PANDEGLANG.TRANSMETRO..-Karena resah sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Pasirpanjang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang mereka meminta bantuan terkait penangguhan pembayaran angsuran Bank Emok di saat kondisi pandemi virus corona atau Covid 19 (13/04/20)

Menurut Kepala Desa Pasir Panjang Wahyudin mengatakan, Masyarakat data kedesa meras resah akibat Bank Emok akan segera kita tindak karena saat pandemi Virus Corona tidak diperkenankan ada penagihan.

Salah satunya, ibu yang dirinya merasa punya hutang terhadap Bank Emok yang enggan disebutkan namanya, Mengatakan, “Kami meminta diberikan penangguhan penagihan dari Bank Emok,

Agar dapat memberikan keringanan karena suami saya tidak lagi bekerja karena di rumahkan terkait covid-19, wabah Virus Corona yang selama ini belum ada kunjung pulih, namun seperti tahun kebelakang masih bisa normal bekerja.

Ketua BPD Pasir Panjang, Ajat sudarajat menyampaikan terhadap awak media bahwa kami beserta lurah setuju atas keluhan masarakat kami, maka kami segera membuat surat permohonan masyarakat dengan adanya situasi yang kita rasakan di saat masarakat kami sangat menjerit pada saat sekarang ini.

Yang terkena musibah maka dari itu kami akan beritahukan melalui surat atau datang ke kantor tersebut agar pihak bang emok atau sejenisnya
Untuk bisa mengerti terhadap masarakat kami. “ungkapnya

Reporter : Tarman Gojin

Editing. : Aden Suganda

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

2 thoughts on “Sejumlah Warga Desa Pasirpajang Keluhkan Bank Emok

  1. PNM MEKAAR TIDAK MENGINDAHKAN MAKLUMAT PRESIDEN MEREKA TETAP MELAKUKAN PENAGIHAN KE TIAP PELOSOK. CONTOHNYA KE KECAMATAN PICUNG DESA PASIRPANJANG. PADAHAL ITU SALAH SATU CABANG USAHA MILIK BUMN. T

  2. Pihak PNM mekaar menutup situsnya…
    Hope berita ini sampai ke pak President Kita. Salah satu karyawannya pun ada yg melarang kami untuk lapor ke pihak yg berwajib. Sangat d sayangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *