Ngak Mau Asal, Pemkab Sukabumi Serius Lawan Covid-19 Diperpanjang

oleh -28 views

Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami, menilai untuk menyatakan perang terhadap corona tidak bisa setengah- setengah dan main-main

SUKABUMI.TRANSMETRO.,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), walau sebelumnya pemberlakuan PSBB secara parsial di Kabupaten Sukabumi hanya untuk mendukung pemberlakukan PSBB Pemerintah Kota Sukabumi.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami, menilai untuk menyatakan perang terhadap corona tidak bisa setengah-setengah dan main-main apalagi melihat kecenderungan jumlah kunjungan orang dari zona merah cukup tinggi ke Kabupaten Sukabumi.

“PSBB dilanjut, sebab kecenderungan kadatangan naik. Hal yang paling utama harus menahan laju orang mudik ke Sukabumi” Ujarnya Selasa (19/5/2020).

Meskipun begitu, pemberlakuan PSBB yang tetap parsial. Sehingga hanya beberapa wilayah dan desa saja yang melakukan PSBB dilihat dari Jumlah sebaran kasus Covid-19.

“Masih parsial di 14 Kecamatan. Tapi ada penggantian dua Kecamatan” ucapnya.

Dua Kecamatan yang diganti di PSBB tahap dua ialah Cicantayan dan Kebonpedes. Kedua kecamatan tersebut akan diganti dengan desa yang ada di Cireunghas dan Bantargadung.

“Dua Kecamatan (Cicantayan dan Kebonpedes) sudah aman. Ada dua desa muncul. Desa yang di Kecamatan Cireunghas dan Bantargadung dimasukan ke PSBB parsial” Ungkapnya.

14 Kecamatan yang melaksanakan PSBB tahap dua ialah Kadudampit, Sukabumi, Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Gunungguruh, Cibadak, Cicurug, Cidahu, Palabuhanratu, Parungkuda, Cikembar, Cireunghas, dan Bantargadung, Pelaksanaan PSBB sendiri akan ditambah selama 14 hari kedepan.

Bupati Meminta Selama pemberlakukan PSBB tetap menggunakan Masker dan menjaga jarak, menghindari kerumunan serta tetap menjaga pola hidup sehat.

Red/Hms Dkip

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *