Pengamat Politik Muda Sukabumi Roy, Demokrasi Jangan Sampai Menjadi Alat Kekuasaan,

oleh -59 views

Pengamat politik muda Sukabumi, “Muhammad Tahsin Roy, dari Lingkar Kajian Demokrasi Sukabumi,”Petahana punya 5 Calon.

SUKABUMI, – Pengamat politik muda Sukabumi Muhammad Tahsin Roy, dari Kajian Lingkar Demokrasi Sukabumi, “Dalam mengamati situasi politik Kabupaten Sukabumi ini,

“Lingkaran kita ini, setiap hari mengadakan, diskusi khusus, dalam mengamati perkembangan dinamika politik saat ini. Jelasnya kepada Transmetro di Gedung Dewan Palabuhanratu pada Kamis (05/06/20) Kamarin.

Menurut Roy, “Sekaligus kami memastikan bahwa, demokrasi jangan sampai menjadi alat kekuasaan,

hal itu memang punya potensi, kalau saja kita kontruksikan, diperhelatan pilkada Kabupaten Sukabumi nanti.

Makanya, yang mempunyai potensi mencedrai itu, ialah petahana, karena dia memiliki polikel diskrisien, yaitu alat kekuasaan, ialah pasilitas dan segala macamnya tegasnya.

Dan ini kita harus awasi bersama. selebihnya kita mencoba membedah, sejauh mana konsulasi politik ini, “karena ini masih tahapan lobi-lobi politik partai saja.

Untuk membentuk koalisi, oleh karena itu harapan kami selanjutnya, antara petahana dan kubu oposisi itu, porsi koalisi harus seimbang, agar demokrasi ini, bisa berjalan sesuai harapan kita bersama,

Tambahnya, “Sampai saat ini, saya lihat petahana ini sudah merasa besar kepala, karena beliau, partainya sudah parkir, selain itu surver elektabilitasnya juga masih bagus,

ini juga perlu dibuktikan oleh lembaga survey, yang kemudian disurvey dan lembaganya pun harus jelas dan disampaikan ke publik, terkecuali itu, untuk konsumsi internal partai itu sendiri.

Lanjut Roy selaku pengamat muda tersebut, “disisi lain poros oposisi juga sudah siap dengan hijau ludeung, disitu ada PKB, dan P3,

sementara diporos tengah ada koalisi Mawar, ada PAN dan PKS, itu juga, ada Geridra dan PDI Perjuangan, jelasnya.

Pertanyaannya kita adalah, dengan siapakah petahana itu bersanding, kalau dinamisnya sejauh ini. Petahana sudah mengusulkan beberapa nama, diantaranya, 3 di kalangan birokrat, dan 2 dikalangan politisi,

Ada Maman Abdurahman, ada Asep Japar, ada juga dari Sekda Iyos Somantri, dan juga Budi Munawar dikalangan politisi Ucapnya.

“Tetapi itu juga kita belum bisa memastikan, lagi-lagi kita lihat, untuk mengaktrasikan pikiran politik atau membongkar subsesi itu kita butuh kejernihan,

tetapi yang paling vital tolak ukurnya atau parameternya, ialah lembaga survey, diantaranya, 5 orang tadi yang diusulkan,

siapakah dari hasil survey nama tersebut yang paling tinggi, maka kemudian berseliweranlah di media sosial, bahwa yang akan mendampingi Marwan Hamami adalah Iyos Somantri, tegasnya.

Lebih lanjut Roy menambahkan,” Karena sejarah politik mengatakan seperti itu, tetapi ini tentu harus penuh pertimbangan,

karena Iyos Somantri juga harus didukung oleh partai, lalu partai mana dikira yang akan mendukung Iyos Somantri, katanya.

tetapi lebih dari itu saya kira, ini membutuhkan upaya atau kerja keras, tentunya untuk membangunnya. Tegas Roy.

Red,***

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *