Ini Maksud Kota Bogor Terapkan PSBMK, Akibat Zona Merah di Kabupaten Bogor, Terdapat 10 Positif, dan 2 Meninggal.

oleh -78 views

BOGOR TRANSMETRO.ID, – Kota Bogor mulai hari ini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) akibat zona merah hingga 11 September, sementara di Kabupaten Bogor ada 10 kasus baru positif Covid-19 dan 2 meninggal

Itu berdasarkan rilis resmi Bupati Bogor Ade Yasin tentang data terkini perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya hingga pukul 19.00 WIB, Jumat 28 Agustus 2020.

Ia melaporkan hasil monitoring harian tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, yang menyebutkan, ada tambahan 10 kasus konfirmasi positif baru dan dua orang meninggal dunia.

Dua kasus meninggal dunia itu berstatus positif 1 orang dan probable 1 orang. “Untuk kasus suspek terbaru hari ini ada tambahan 11 orang dan sembuh 7 orang,” kata Ade yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu 29 Agustus 2020.

Tak hanya itu, ia juga merinci 10 tambahan kasus konfirmasi positif adalah sebagian besar jenis kelamin laki-laki 6 orang dan perempuan 4 orang, masing-masing 3 orang asal Gunung Putri, Tajurhalang (2 orang).

“Sisanya 4 orang lagi berasal dari 4 kecamatan berbeda yakni Tamansari, Klapanunggal, Cigombong, Bojonggede dan Jonggol,” katanya.

Sedangkan untuk kasus meninggal konfirmasi positif adalah berjenis kelamin perempuan berusia 52 tahun asal Kecamatan Gunung Putri dan laki-laki berusia 51 tahun asal Cileungsi dengan status kasu probable.

Dengan demikian, kata total kasus positif di Kabupaten Bogor bertambah menjadi 798 orang, terdiri dari 425 orang sembuh, meninggal 33 orang dan konfirmasi positif aktif atau masih sakit sebanyak 335 orang.

“Kabupaten Bogor masih memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak 14 Agustus hingga 10 September 2020. Maka dari itu, mari tetap disiplin menggunakan masker,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya hari ini resmi telah mengeluarkan Perwali tentang PSBMK dengan melibatkan unsur TNI/Polri dalam pengawasannya.

“Artinya berskala mikro ini, pembatasan aktivitas kegiatan di RW-RW yang zona merah. ASN, TNI dan Polri akan melakukan pengawasan ketat kegiatan-kegiatan di RW zona merah ini,” sebut wali kota.

Bima Arya menyebutkan, tercatat ada 104 RW dari 797 RW yang ada di Kota Bogor yang masuk zona merah dengan kasus penularan Covid-19 tinggi.

“Di RW-RW zona merah ini tidak boleh berkerumun, mengadakan aktivitas sosial keagamaan, diminta untuk tinggal di rumah, kecuali kebutuhan medis dan pangan,” katanya.

Di PSBMK ini, Pemkot Bogor memberlakukan jam operasional bagi toko-toko, unit usaha hingga pukul 18.00 WIB dan juga jam malam aktivitas warga di luar hingga pukul 21.00 WIB.

“Jadi, jam 6 malam ini stop dulu operasional mal, kafe, restoran, jangan sampai ada kerumunan-kerumunan. Kemudian, jam 9 malam sebaiknya tidak ada aktivitas di luar, enggak ada lagi yang nongkrong dimana-mana, kita akan awasi setiap malam. Kita ingin warga tahu bahwa sekarang situasinya sedang tidak baik,” tegasnya.

“Dalam perwali itu nanti kita kenakan sanksi dari hukuman sosial hingga denda jika warga kedapatan melanggar,” pungkasnya.***

Source : Isubogor.com

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *