, ,

Mitos Dibalik Cerita Pulau Kunti dan Goa Jodoh di Geopark Ciletuh Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat.

oleh -109 views

SUKABUMI TRANSMETRO.ID,- Deretan pulau membentang di lokasi jaringan Unesco Global Geopark (UGG) Ciletuh – Palabuhanratu Sukabumi. Pulau dengan nama-nama unik di kawasan tersebut menyimpan banyak misteri. Salah satunya Gua Jodoh dan adanya tawa kuntilanak.

Suara tawa itu tidak setiap saat terdengar. Hanya saat badai atau ketinggian air pasang gelombang di perairan mencapai 4 hingga 5 meter. Gelombang yang menghantam deretan batuan lava di Pulau Kunti menghasilkan gema mirip kuntilanak tertawa.

Meski namanya begitu seram, suara gema mirip kuntilanak tertawa itu sama sekali tidak berkaitan dengan hal mistis atau dunia gaib. Suara ‘kuntilanak’ itu terbentuk secara alamiah. Karena suara tawa itulah masyarakat di Kampung Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi menamai pulau itu dengan nama Pulau Kunti.

“Namanya seram, kenapa? Karena di sebelah (pulau) ada kompleks batuan konglomerat atau batuan melan yang dihasilkan dari lava gunung api jutaan tahun lampau. Nah batuan itu berbentuk mirip dam, namun berongga. Ketika ada gelombang menghantam, suara dentuman itu bergema mirip suara kuntilanak,” kata Saman, warga setempat sekaligus Geo Ranger, seperti dikutip transmetro.id, dari laman detikcom, “Senin (07/09/20).

Kawasan Pulai Kunti itu sebenarnya berada di semenanjung area Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng. Pulau Kunti berupa deretan bekas lava gunung api di masa lampau.

“Pulau yang disebut Pulau Kunti itu ya hanya merupakan deretan batuan konglomerat atau disebut batuan melan yang tereduksi, lalu tersingkap ke permukaan disatukan dengan sedimen lumpur Ciletuh. Bentuknya seperti dam. Nah, dam berongga inilah yang menghasilkan suara tertawa ketika gelombang menghantam,” tutur Saman.

Saman lantas menceritakan soal suara-suara tertawa yang sempat menjadi mitos soal keangkeran pulau tersebut. Memang, menurutnya, ada sebagian warga yang menganggap kawasan itu angker. Namun bagi Saman, sejak ia kecil kawasan Pulau Kunti ialah spot memancing yang menyenangkan.

“Memang sempat disebut angker. Saya ke sana sejak kecil untuk mancing. Dengar suara juga sudah biasa, karena memang sudah tahu suara itu berasal dari rongga-rongga di bawah pulau. Mungkin kalau buat yang pertama kali mendengar suara itu kesannya seram,” kata Saman..

Gua Anti Jomblo

Selain suara kuntilanak tertawa, masih di kawasan Pulau Kunti, terdapat gua yang konon katanya bisa mempercepat mendapatkan tambatan hati. Gua ini disebut cocok bagi mereka yang masih jomblo.

Mitos itu mengalir menjadi sebuah cerita turun temurun, baik dari warga maupun wisatawan, yang disebut pernah masuk ke dalam gua tersebut..

“Gua purba yang dihasilkan dari abrasi air laut yang menghantam dinding lava, kemudian keropos lalu berbentuk jadi semacam gua,” ucap Saman.

“Kedalaman gua diperkirakan mencapai sembilan meter dengan tinggi langit-langit lima meter. Ada mitos siapa yang masuk ke gua itu maka akan dapat jodoh,” dia menambahkan.

Gua itu kini menjadi sarang burung kapinis. Berada menghadap pantai dengan di bagian depannya berupa hamparan karang berlubang.

“Gua berukuran besar, ini menjadi salah satu daya tarik juga di kawasan pulau kunti selain suara kuntilanak di area ini,” ucap Saman..

Source : detiknews.com

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *