R-APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020 Mengalami Penurunan, PAD Kota Sukabumi Turun 14 Persen.

oleh -65 views

SUKABUMI TRANSMETRO.ID,- Anggaran Pendapatan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) perubahan tahun anggaran 2020 mengalami penurunan. Termasuk dari Sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), penurunannya itu berkisar di angkat 14.49 persen.

“Ya, PAD kita turun sekitar 14.49 persen, khusunya berhubungan dengan Pajak hotel, restoran dan sejenisnya,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi usai rapat Paripurna penjelesan R-APBD perubahan anggaran tahun 2020, kemarin (08/09/20).

Penurunan yang terjadi itu kata Fahmi dikarenakan dampak dari masa pandemi Covid-19 serta disaat diberlakukanya Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSSB) beberapa bulan lalu. Sehingga dimasa – masa itu perekonomian di Kota Sukabumi melemah.

“Di masa pandemi dan PSBB itu semua pendapatan berkurang, dan berdampak terhadap pemasukan PAD,”ungkapnya.

Melihat kondisi seperti itu tambah Fahmi, tentu saja membuat pencapaian target PAD tergolong tidak akan tercapai, dan itu tidak bisa dipungkiri. “Pemerintah pusat juga merubah target. Targetnya yakni penanganan Covid ini, bukan pembangunan artian fisik, tetapi target penanganan dan advokasi covid-19, “ungkapnya.

Fahmi juga mengungkapkan untuk sektor belanja alami kenaikan, seperti halnya dari segi belanja kesehatan yang dari target awal tidak naik, terpaksa harus naik . Hal itu dikarenakan untuk pengananan Covdi-19. “Begitu juga dengan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang awalnyatidka dianggarkan, jadi harus dianggarkan,”ungkapnya.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD dari Fraksi Paratai Amanat Nasional (PAN) Faisal Anwar Bagindo mengungkapkan, bahwa penurunan PAD itu sudah pasti, apalagi para pelaku usaha saat ini bisa dihitung jari yang masih bisa bertahan ditengah pandemi.

“Ya, penjelasan Pak walikota mengenai turunya PAD tadi, bisa diterima dan itu sesuai dengan fakta yang ada, “tuturnya.

Namun yang menjadi soroton di R-APBD perubahan tahun 2020 ini, dari sektor belanja kesehatan yang cukup tinggi. Artinya harus tahu apa saja yang dibelanjakan itu. ”Kita harus tahu belanja kesehatan yang cukup tinggi itu dibelikan apa saja, dan itu perlu adanya ke transparan. “Pungkasnya.

Source : Radarsukabumi.com

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *