Temuan Benda Purbakala, Hebohkan Warga Kampung Batuasih.

oleh -53 views

SUKABUMI TRANSMETRO.ID,- Warga di Kampung Batuasih, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, di hebohkan dengan ditemukan sejumlah benda purbakala. Benda bersejarah yang diduga kuat peninggalan abad XI itu, ditemukan tidak jauh dari pemukiman warga.

Warga sangat berharap temuan kapak, prasasti dan batu ditemukan warga terbenam tanah saat warga melakukan proses penggalian agar segera ditindak lanjut pihak terkait.

Benda-benda bersejarah yang tidak sengaja ditemukan diduga masih berada di tangan warga. Mereka berharap benda-benda peninggalan zaman Kerajaan sunda semasa kepemimpinan raja ke 20, Sri Jaya Bupati periode 1.030 sampai 1.042 masehi, dapat segera dilakukan penelitian.

“Kami juga menemukan berbagai benda kuno dan situs-situs yang ada hubungannya dengan masa lalu Kerajaan Sunda. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” kata warga Batu Asih, Cecep.

Cecep mengatakan memperkirakan masih banyak benda-benda bersejarah lainnya yang masih terkubur di dalam tanah. Benda-benda kuno akan terangkat ke permukaan dan dapat dilihat oleh masyarakat saat melakukan penggalian.

“Di Kampung Batuasih terindikasi masih banyak peninggalan bersejarah. Apalagi banyak legenda dan situs-situs yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Salah satunya adalah keberadaan batu peti,” katanya.

Cecep mengatakan keberadaan batu peti, telah menjadi legenda di Kampung Batuasih. Batu disebut-sebut merupakan tempat perkakas milik Raja Sri Jayabupati yang masih belum ditemukan warga.

“Para sesepuh lembur mengatakan bahan dasar untuk prasasti Batu Tulis di Bogor berasal dari batu peti tersebut,”katanya.

Kolam Ikan Putih

Selain ditemukan perkakas batu hingga prasasti, kata Cecep, terdapat mata air yang bermuara kolam ikan. Kolam yang diyakini warga tempat pemandian Sri Jayabupati hampir semua ikannya berwarna putih.

Tidak jauh kolam, terdapat air terjun yang cukup Indah. Di tempat ini ditemukan sisa-sisa pondasi pembangkit listrik tenaga air dari zaman Belanda.

“Saat itu, penjajah memamfaatkan energi listrik dialirkan ke perkebunan di Gunung Walat,” katanya.

Selanjutnya, kata Cecep, terdapat goa yang dalamnya terdapat sungai, bernama Guha Cisurupan. Lorong goa ini tembus sampai ke Gua Kutamaneuh di Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi dan Gua Gunungkarang di Kota Sukabumi.

“Pemandangan di dalamnya sangat indah, di dekat pintu goa ada aliran air,”katanya.

Pimpinan Musiun Prabu Siliwangi, Fajar Laksana membenarkan informasi warga tersebut. Bahkan dari ekspedisi ‘Nyukcrug Galur Mapay Situs’ , tim menemukan pemandangannya yang tidak kalah menarik dengan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

“Terutama pemandangan alam di Kampung Gunung Walat dan Puncak Batuasih. Areal hamparan persawahan dan hijaunya hutan dan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri,”katanya. ***

Source : Mediapakuan.com
(06/09/20).

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *