Forum rakyat Ciletuh, Desa WatesJaya Kecamatan Cigombong, Gelar aksi turun kejalan Demonstrasi tuntut hak atas tanah mereka.

oleh -69 views

BOGOR TRANSMETRO.ID,– Sekitar Pukul 09.00 wib, hari Kamis, tanggal 01 0ktober 2020 yang bertepatan dengan hari Tani Nasionalis ke 56, bertempat di depan pintu gerbang yang menuju lokasi pembangunan tempat wisata hiburan, yang di klaim terbesar Se Asia Tenggara dengan nama Disney Land.

Forum Rakyat Ciletuh, Desa WatesJay turun kejalan melakukan Demonstrasi menuntut hak tanah atas mereka, yang di ikuti oleh ratusan warga Ciletuh, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Bogor. Perguruan tinggi yang ikut Demonstrasi tersebut adalah dari Universitas Djuanda, Universitas Pakuan dan PMII.

Jaja, selaku ketua forum Rakyat Ciletuh mengatakan, kami melakukan demonstrasi ini adalah untuk menuntut hak kami atas tanah kami yang telah dirampas oleh PT. MNC Land, yaitu anak perusahaan MNC Group, dibawah pimpinan konglomerat Hary Tanoe Sudibyo. Dan kami merasa tertipu ketika pihak PT.MNC mengundang masyarakat kp.ciletuh di hotel Lido resort untuk sosialisasi izin lokasi dan mengisi daftar hadir, namun kenapa daftar hadir tersebut dijadikan sebagai salah satu persetujuan warga untuk terbitnya surat izin lokasi, padahal pertemuan itu belum disepakati oleh warga.

Karena surat izin lokasi yang di buat oleh pihak PT.MNC sudah terbit lalu, dengan leluasa PT.MNC membuat pagar beton yang membuat masyarakat setempat terasingkan. Sekali lagi kami masyarakat Kp. Ciletus, Desa Wates jaya tidak pernah menandatangani surat persetujuan izin lokasi, kalaupun pertemuan yang terjadi pada tahun 2014 di hotel Lido resort tersebut ,hanya pimbicaraan awal tentang sosialiasi izin lokasi. Bukan bentuk persetujuan warga untuk izin lokasi.

Lebih lanjut Jaja menyimpulkan kami Forum Rakyat Ciletuh Menuntut :
1. Menuntut pihak PT.MNC Land melakukan ganti rugi atas tanah garapan.
2. Mengusut Tuntas Dugaan Manipulasi izin lokasi yang dilakukan oleh PT.MNC Land.
3. Menuntut legalisasi pemakaman umum warga Ciletuh.

Selanjutnya koordinator demonstrasi dari pihak mahasiswa Wahab mengatakan, kami selaku mahasiswa sangat prihatin kepada penguasa yang telah melalaikan Undang Undang Pokok agraria (UUPA) No.5 tahun 1960 dan Pasal 33 UUD.1945. sehingga rakyat semakin tertindas dan miskin.Ditempat yang berbeda, Kapolsek Cijeruk AKBP. Nurahim, mengatakan dimasa bencana pandemi covid-19, kami tidak pernah mengeluarkan izin untuk berdemonstrasi atau berkumpul, karena hal ini melanggar portokol covid-19.

Reporter : Toto
Editing    : Fr

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *