Covid-19 Itu Nyata !!, Penyintas : Menyiksa dan Berbahaya

oleh -38 views

Sosialisasi protokol kesehatan terus gencar dilakukan. Menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Minggu, 15 November 2020.
Inf/kab/smi

SUKABUMI.TRANSMETRO,-Sosialisasi protokol kesehatan terus gencar dilakukan. Menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) menjadi standar perilaku hidup sehat di masa adaptasi kebiasaan baru, tak hanya itu terkait pencegahan dan penanganan juga diterapkan tracing, testing, dan treatment (3T) sebagai bagian tak terpisahkan dari protokol kesehatan.

Sosiisasi terpadu dan berkelanjutan juga Pemberlakuan Operasi Yustisi disiplin protkol kesehatan yang dilakukan Tim gabungan Satgas Covid 19 didaerah menargetkan pencegahan agar orang tidak tertular virus yang melanda dunia tersebut.

Hal tersebut, mengingat faktanya sampai saat ini masih ada masyarakat yang menganggap virus corona (Covid-19) sebagai sebuah kebohongan (hoaks), konspirasi dan rekayasa.

Alasan yang membuat mereka tidak percaya dengan wabah Covid-19. antara lain karena ada kecenderungan lebih percaya kalau dampak maupun gejalanya bisa dilihat oleh indra penglihatan.

Faktor lain karena pandemi berlangsung lama dan menimbulkan kejenuhan, semenjak ditetapkan oleh WHO Januari 2020 sebagai virus yang membuat dunia masuk kedalam darurat global berarti sudah 11 bulan kondisi pandemi Covid 19 berlangsung.

Tapi walau demikian, fakta bahwa Covid 19 itu ada, menular dan berbahaya serta merenggut nyawa, tak terbantahkan, data data tentang itu diseluruh dunia setiap hari disajikan dengan jumlah yang signifikan.

Seorang pengidap yang berhasil bertahan (penyintas) dari virus tersebut dan bersedia menceritakan yang dialaminya, mengatakan pengalamannya yang dramatis sekaligus memastikan pada kita bahwa covid 19 itu ada, menyakitkan dan berbahaya.

“Saat saya akan dibawa ke rumah sakit, dokter berpesan agar istri saya melihat saya yang lama, karena nanti saya tidak bisa dijenguk. Dan bisa jadi ini perjumpaan yang terakhir,” kenang Latief Siregar, seorang penyintas COVID-19.

Pengalaman selama menjalani perawatan dan pemulihan dari COVID-19, dikatakan Siregar semacam near-death experiences, pengalaman dekat dengan kematian

“Saya menyadari bahwa saya selama ini punya komorbid hipertensi. Jadi selama COVID, nafas saja susah. Saya harus cepat mengambil selang oksigen untuk bisa bernafas,” cerita Siregar dalam Webinar secara daring bertema “Tantangan Penyintas Beradaptasi & Lindungi Diri dengan Imunisasi” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (11/11/2020).

Kurang lebih sembilan hari Latief Siregar dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Jarum suntik dan selang oksigen, jadi menu sehari- hari jurnalis senior ini.

Dalam waktu kurang dari satu minggu, virus Corona dengan cepat merusak paru-parunya.

“Paru-paru saya yang awalnya rusak 25 persen, menjadi rusak 75 persen. Akibatnya saya kesulitan untuk bernafas. Berjalan dan turun tangga saja sulit sekali, harus pakai selang oksigen,” ceritanya.

Berdasarkan pengalamannya, Siregar mengatakan apabila terkena COVID-19 maka akan sangat berat untuk kembali ke kondisi semula. Oleh karena itu, dia berpesan untuk menjaga kondisi kesehatan di saat pandemi.

“Untuk meningkatkan imunitas selama pandemi, bisa dengan olahraga minimal lakukan stretching atau peregangan, berjemur juga penting. Saya berkebun untuk kegiatan menanam. Selain itu, makanan perlu dijaga betul,” katanya.

Ia menambahkan, agar jangan pernah menganggap remeh COVID-19. Hal lain yang juga menurutnya penting adalah hentikan pola hidup yang tidak sehat.

Hikmahnya, dengan meluasnya wabah dan dampak virus ini secara signifikan didalam kehidupan masyarakat Indonesia maka menjaga kesehatan pisik dan mental tetap dalam kondisi prima adalah suatu keharusan.

Ditingkat daerah upaya penerangan terkait Covid 19 terus dilakukan, Pemkab Sukabumi sendiri melalui satgas dan seluruh stakeholder terus menyosialisasikan protokol kesehatan 3M, mengingat sebelum digunakannya vaksin, protokol kesehatan masih merupakan formula yang efektif dalam menghadapi Covid 19.

Sosialisasi tentang penanganan dan pencegahan Covid 19 tersebut dilakukan melalui Web Seminar, media informasi luar ruang dan kanal informasi yang dimilik pemkab dan dikelola oleh Dinas Komunikasi informatika dan persandian (Diskominfosan) seperti Website, Media sosial (FB, IG, Twiter), chanel Youtube Kami Teve, LPPL Rcl, juga media cetak dan online.

Pola hidup sehat adalah komitmen jangka panjang yang semestinya dilakukan secara kolektif, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang menyeluruh bagi kehidupan.

Pola hidup sehat juga merupakan tindakan preventif jauh lebih murah dan mudah dilakukan. yang dibutuhkan adalah komitmen menjalankan kebijakan dan disiplin protokol kesehatan oleh seluruh stakeholder.

Sekali lagi, Covid 19 itu nyata, menyakitkan dan berbahaya, kita hadapi bersama dengan menerapkan protokol kesehatan 3M dengan disiplin, biasakan pola hidup sehat serta empati pada sesama dan peduli lingkungan.

Editing : Frans Hp.

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *