Sejumlah Buruh Borongan PT. MLB Lakukan Aksi Mogok Kerja

oleh -325 views

SERANG.TRANSMETRO, -Para pekerja berstatus borongan PT.  Mitra Laik Blok (MLB) melakukan aksi unjuk rasa, dalam aksi tersebut mereka menuntut perubahan status buruh borongan diangkat untuk menjadi pekerja harian.

Aksi ini melibatkan tiga (3) sip, bagian Packing sekitar sembilan puluh 90 pekerja tidak produksi. bertempat di halaman pabrik PT.MLB, Kampung Kebon Kelapa Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang.

Salah satu buruh berinisal (S), menjelaskan pada awak media, “hari ini kami melakukan aksi secara spontan tidak ada yang mengkoordinir. namun, secara serentak meminta kepada perusahaan untuk merubah status kami dari pekerja borongan menjadi pekerja harian “ungkapnya.

Masih di tempat yang sama HRD PT MLB Anton menyayangkan adanya aksi ini, menurutnya, “jika ada permasalahan harap dibicarakan kepada masing – masing mandor untuk bisa disampaikan kepada pihak managemen sebagai bahan evaluasi ”

“kami berharap kepada pihak pekerja ada komunikasi dengan mandor, bahkan kami dari pihak perusahaan sudah berkordinasi dengan pemerintah Desa yang disaksikan oleh Muspika untuk mempekerjakan tenaga lokal sebanyak 70% untuk tenaga ahli 30% “ungkapnya

“Kami atas nama perusahan mohon maaf belum bisa memenuhi tuntutan temen pekerja untuk bisa menjadi pekerja harian karena perusahan sekarang dalam keaadan tidak stabil ,jelasnya

karena dampak covied 19 yang mengakibatkan banyak perusahan kolef dan kami pun masih bersyukur PT. MLB masih bisa produksi, meskipun keadaan dalam pandemi covied-19 yang secara spontan melumpuhkan perekonomian global.

Kepolisian Sektor Jawilan Iptu Fajar Maulidi, merespon cepat setelah mendapatkan informasi dari pihak managemen perusahaan.

“Kami selaku kepolisian Jawilan melaksanakan pengamanan aksi mogok kerja dan allhamdulilah kami bisa membubarkannya sebab aksi tersebut belum mempunyai ijin ke kepolisian ,ujarnya.

“Kami berharap pada temen – temen pekerja sekecil apapun kegiatan aksi harap untuk selalu berkomunikasi dengan kepolisian, bahkan kepolisian terbuka dua puluh empat jam untuk menerima pengaduan masyarakat, lanjutnya.

Saya memberikan sanksi teguran jangan sampai terulang kembali sebelum ada ijin pihak kepolisian setempat yang mana bisa merugikan kita semua ” Tegasnya.

Editor, Frans Hp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *