Video Viral LSM-Media “Obok-Obok Desa”Berujung Kasus Hukum

oleh -353 views

Ini resmi tindak pidana murni karena tentang ujaran kebencian bukan Tipiring (Tindak Pidana Ringan).

Sukabumi, transmetro.id, 26 Nopember 2020, Laporan Sopandi.

PALABUHANRATU– Video viral sejumlah Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam DPC. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi, akhirnya berbuntut ke ranah hukum.

Sebab, dalam isi video berdurasi 26 detik yang tidak menyebutkan nama “oknum” itu malah mengundang kecaman sejumlah Media berikut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Ratusan insan pers berikut LSM melaporkan secara resmi dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik itu ke Polres Sukabumi, tepatnya di Jalan Sudirman No.12, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (25/11/2020).

“Saya mewakili teman-teman wartawan yang mencederai nama media se Indonesia. Sebab, video yang dilontarkan Wakil Ketua I Apdesi Kabupaten Sukabumi, Ojang Afandi sekaligus Kades Jambe Nenggang, Kecamatan Kebonpedes itu jelas merugikan,” ujar Ketua PSN(Pers Sukabumi Ngahiji) Iwan Sugianto.

Atas tindakan gegabah tersebut, Iwan melaporkan salah seorang Kades itu dengan Pasal 310 ayat (1) KUHP atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan dan ujaran kebencian.

“Ini jelas merupakan tindak pidana pencemaran nama baik. Dan kita serahkan kepada pihak berwajib untuk prorses selanjutnya bila mana masih tidak ada tindakan kami akan teruskan juga laporan ke Polda,” tegasnya.

Sementara itu, laporan serupa juga dilakukan LSM Gapura RI yang secara langsung datang ke Mapolres Sukabumi. Dibawah pimpinan Hakim Adonara, sejumlah LSM pun nampak membawa berkas laporan akan buntut video yang dinilai merugikan tersebut.

“Ini resmi tindak pidana murni karena tentang ujaran kebencian bukan Tipiring (Tindak Pidana Ringan).

Kami menuntut Saudara Ojang dan Kades yang sudah bikin onar serta melecehkan kami LSM dan Media.

Jika Polres Sukabumi tidak bisa menangani, kami akan tembuskan ke Polda Jawa Barat, dan jika tidak bisa juga, kami akan kepung Mabes Polri di Jakarta,” pungkasnya.

Editing : Frans Hp

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *