Pandemi Masih Berlangsung, Yuk Banyak Bergerak Tingkatkan Imun World Health Organization (WHO)

oleh -24 views

SUKABUMI.-TRANSMETRO.- World Health Organization (WHO)
atau Organisasi Kesehatan Dunia mengampanyekan “Sehat Di Rumah” lewat kegiatan fisik di tengah pandemi, olahraga diyakini tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga mental.

Aktifitas fisik dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan virus COVID-19, karena orang yang rutin berolahraga jarang terserang penyakit dibandingkan yang tidak melakukannya. Olahraga dipercaya dapat membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru yang memungkinkan tubuh terkena flu dan penyakit lainnya. dengan aktivitas Fisik suhu tubuh juga mengalami peningkatan.

Hal itu dapat menghambat bakteri untuk berkembang dalam tubuh, dan dengan suhu tubuh yang meningkat juga dapat membantu tubuh melawan infeksi.

Kebiasaan baru yang sedang dijalankan sebagian besar masyarakat pada masa pandemi COVID-19, dapat berisiko jika tidak dibarengi dengan pola hidup yang sehat.

Salah satunya duduk dan rebahan terlalu lama saat bekerja dari rumah (Work From Home).

Olahraga merupakan benteng pertahanan kedua dalam upaya perlawanan terhadap COVID-19 setalah penerapan disiplin protokol kesehatan, dengan olahraga imun meningkat

Kebiasaan baru dalam bekerja di rumah ternyata juga bisa memicu berbagai penyakit.

“Duduk terus menerus, dan melihat laptop atau komputer membuat mata bisa capek. Rapat yang dilakukan terus sampai malam, juga dapat menimbulkan stress.

Apalagi jika kemudian mengakibatkan kurang tidur.Tensi bisa naik, lalu bisa jadi timbul penyakit pencernaan, penyakit lambung, karena mungkin makan juga tidak teratur,” ujar dr. Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network, dalam dialog produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19” di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (9/11/2020).

Dia juga menambahkan, malas bergerak juga dapat mengakibatkan obesitas, dan naiknya kolesterol.

Namun berbagai risiko tersebut bisa dicegah dengan banyak bergerak. “Kuncinya adalah bagaimana kita bergerak. Kalau kita bergerak, maka imunitas bisa meningkat. Karena imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh ini lancar kalau sirkulasi lancar, maka pompa jantung kita baik.”, terang dr. Vito.

Pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh juga tetap perlu dilakukan secara rutin di masa pandemi ini.

“Jadi, kadang-kadang karena kita takut ketularan COVID-19, kita mengabaikan pemeriksaan rutin ke rumah sakit, dan ini memperburuk kondisi kesehatan yang ada.

Akhirnya penyakit-penyakit tidak menular lainnya bermunculan.”, ungkap dr. Reisa Broto Asmoro, Jubir Satgas COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dalam forum yang sama.

Tak hanya itu, menurut ahli selain meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga juga bisa membuat tubuh menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi membuat perasaan bahagia.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas pisik atau gerak badan semakin meningkat, mereka menyadari olahraga bagian dari pola hidup bersih dan sehat.

Kesadaran ini terjadi secara global, menyeluruh termasuk didaerah, hal sebagai bukti bahwa kampanye hidup sehat untuk mencegah covid 19 oleh pemerintah cukup berhasil.

Di Kabupaten Sukabumi misalnya, aktivitas bersepeda sangat banyak dilakukan olah masyatakat bakk secara individu maupun berkelompok, senam kebugaran, berjemur di pagi hari, mengkonsumsi asupan yang baik, serta menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, menjadi kebiasaan kolektif dan berpeluang manjadi budaya pola hidup bersih dan sehat.

Karena itu, Work From Home, atau gerakan dirumah saja, tak boleh menghalangi aktivitas fisik.

karena berolahraga dapat dikemas dengan baik, sederhana dan menyenangkan, baik didalam maupun diluar rumah.

Inf/Kab./M Malik.

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *