Disiplin Terapkan 3M Dan Dukung Program Vaksinasi

oleh -69 views

Sukabumi, transmetro.id Minggu, 29 November 2020. lap.Hms/dkipkbsmi

SUKABUMI.-Imunisasi memiliki peran penting saat diberikan pada orang sehat dan bisa juga diberikan pada keadaan khusus, termasuk dalam masa pandemi.

Salah satu cara imunisasi yang sering kita ketahui yakni disuntik dengan vaksin, atau dinamakan vaksinasi. Setelah disuntikkan vaksin, bila terpapar antigen yang sama, tubuh orang tersebut sudah punya zat kekebalan sehingga tidak terserang penyakit.

Vaksin menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik atau khusus untuk dapat melawan penyakit tertentu. Vaksin diberikan sebagai upaya pencegahan penyakit.

Saat ini, upaya untuk mempersiapkan vaksin COVID-19 masih terus dilakukan pemerintah. Vaksin COVID-19 dikembangkan dengan pengujian yang berlapis dan dipastikan aman untuk digunakan dan dapat dioptimalkan mencegah penularan virus COVID-19.

“Vaksin sebagai upaya pencegahan. Jadi diberikan saat kita sehat. Berbeda dengan obat yang diberikan setelah kita sakit,” ungkap dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas COVID-19 dalam keterangan pers yang dilakukan secara virtual di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Jumat (27/11/2020).

Baca Juga  Satgas Covid-19 Kota Sukabumi, Catat 30 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru ini menyarankan untuk makan makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan turut mensukseskan dan mendukung program vaksinasi.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah mengenal vaksin sejak lama lewat imunisasi. Vaksin berfungsi untuk membuat tubuh kenal lalu menjadi kebal terhadap suatu penyakit.

Saat vaksin masuk ke tubuh kita, prinsipnya pun sama. Maka tubuh akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut. Tubuh akan mengingat apa yang harus diwaspadai. Sehingga jika ada virus, bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk dapat dilawan,¡± lanjutnya.

Sistem imun yang kita miliki berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Sistem imun membutuhkan pengenalan terhadap jenis-jenis kuman yang bisa menyebabkan suatu penyakit.

Sehingga apabila di kemudian hari virus atau bakteri itu masuk ke dalam tubuh, maka sudah siap untuk melawan dan akhirnya dapat mencegah timbulnya penyakit tersebut.

Baca Juga  Menderita Stroke, Ibin Tewas Terpanggang di Rumah yang Terbakar

Mengenal Vaksin

Jargon “Kalimat Tak Kenal Maka Tak Kebal” sering kita dengar dan banyak kita lihat di berbagai iklan luar ruang belakangan ini. Kalimat ini bukanlah semata-mata jargon terkait program vaksinasi di masa pandemi COVID-19 ini.

Kalimat tersebut punya makna dan manfaat yang besar jika diimplementasikan.

“Vaksin diberikan saat kita sehat. Berbeda dengan obat yang diberikan setelah kita sakit. Kita sebenarnya sudah mengenal vaksin sejak lama. Bahkan, sebagian besar dari kita sudah menerima vaksin sejak kita kecil melalui imunisasi dengan cara disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut,” ujar dr. Reisa Broto Asmoro

Dikatakannya, tubuh memiliki sistem imun yang berfungsi melindungi dari serangan virus atau bakteri- dan vaksin membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik untuk melawan penyakit tertentu.

Sistem imun ini membutuhkan pengenalan terhadap jenis-jenis kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Sehingga apabila di kemudian hari virus atau bakteri itu masuk ke dalam tubuh maka sudah siap untuk melawan dan akhirnya dapat mencegah timbulnya penyakit tersebut.

Baca Juga  Sudah Sah, PKB Usung Abu Bakar - Sirojudin Untuk Maju Pilkada Kabupaten Sukabumi, pada 9 Desember 2020 Mendatang.

“Vaksin berfungsi untuk membuat tubuh kenal lalu menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Jadi cara kerja vaksin setelah masuk ke tubuh kita, prinsipnya pun sama. Tubuh langsung mendeteksinya sebagai sebuah ancaman infeksi. Maka tubuh akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut.

Tubuh akan mengingat apa yang harus diwaspadai. Sehingga jika ada virus, bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk dapat dilawan,” jelasnya.

Saat ini, vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan dengan pengujian berlapis dan dipastikan aman untuk digunakan.

“Tapi ingat, vaksin bukan solusi total untuk menghilangkan virus. Datangnya vaksin COVID-19 bukan berarti pandemi langsung berakhir. Jadi, tetap terapkan disiplin protocol kesehatan 3M. Lindungi diri dan orang lain,” pungkasnya.

Dengan demikian, Protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M) menjadi langkah perlindungan bersama. Kemudian vaksin akan menjadi langkah pencegahannya.

Editing Frans Hp.

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *