Viral, Soal Ujian SD di Kota Bogor Di Duga Berbau Vulgar

oleh -101 views

BOGOR.TRANSMETRO.ID-Dunia pendidikan di Kota Bogor dibuat heboh oleh sebuah foto yang mengambarkan soal ujian SD yang berbau Vulgar. Soal ujian tersebut pun menjadi viral.

Dalam foto yang viral terlihat bahwa soal ujian itu diperuntukan untuk siswa kelas V di sebuah SD di Kota Bogor. Kemudian terdapat kata sperma yang disebut-sebut berbau vulgar. Diksi kata tersebut terdapat pada sebuah opsi jawaban pilihan ganda.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin membenarkan adanya soal ujian Kelas V SD di salah satu SDN di Kota Bogor yang tengah viral. Fahrudin menegaskan, soal tersebut diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun 2009/2010.

Baca Juga  Puluhan Botol Diamankan Personil Sabhara Polres Sukabumi

Namun dia mengakui pemilihan kata atau diksi yang dipilih kurang selektif, dikarenakan kondisi guru yang menyusun soal sedang kurang baik.

“Betul bahwa soal tersebut adalah soal ulangan akhir semester ganjil kelas V di salah satu SDN di Kota Bogor,” katanya, Senin (07/12/20).

Fahmi sapaan akrabnya menuturkan, soal tersebut adalah soal mata pelajaran PJOK terkait dengan materi  kurikulum SD kelas V semester genap pada kompetensi menjaga kebersihan alat reproduksi.

“Soal tersebut dibuat untuk mengukur pengetahuan siswa terkait nama alat-alat reproduksi manusia. Dalam hal ini kekurangan guru adalah kurang selektif memilih butir soal,” katanya.

Fahmi juga menjelaskan kondisi kesehatan guru yang menyusun soal sedang kurang baik, karena sakit jantung yang serius dan menunggu jadwal pemasangan ring pada jantungnya, sehingga tidak melakukan penyempurnaan bahasa terhadap soal yang diambil dari buku.

Baca Juga  Nganggur, Warga Cidahu Ini Nekad Gantung Diri

“Yang bersangkutan sudah menjadi guru PNS sejak tahun 1984, sudah 36 tahun mengabdi jadi. Namun baru kali ini merasa bersalah dan mengecewakan banyak pihak karena tidak melakukan penyempurnaan bahasa pada soal yang dipilihnya,” terangnya.

Pihaknya juga sudah mengevaluasi dan membina guru yang bersangkutan, termasuk terhadap kepala sekolah dan pengawas pembina yang bertugas di sekolah tersebut agar kejadian ini tidak terulang.

Reporter. H.Rahmat.z

Auditing: Tatang.s

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *