Warga Bogor Kreatif Barang Bekas dan Serabut Kelapa Bisa Di Manfaatkan Untuk Bercocok Tanam

oleh -132 views

Veltikurtur Babe adalah teknik bercocok tanam hidroponik yang ditekankan pada sirkulasi dan efesiensi penggunaan air.

Bogor, transmetro.id Selasa, 08 Desember 2020, Laporan H Rahmat

BOGOR.-Mumuh Munadji memiliki cara baru untuk bercocok tanam dengan memakai sistem Veltikurtur Babe sistem Dutch Bucket System (DBS). Cara tersebut sudah ia aplikasikan di halaman pekarangan rumahnya di Gang Gotong Royong, Cilendek, Kota Bogor.

Veltikurtur Babe adalah teknik bercocok tanam hidroponik yang ditekankan pada sirkulasi dan efesiensi penggunaan air. Air nutrisi tersebut dialirkan secara periodik selama waktu tertentu dan diatur sesuai dengan keinginan.

Meski teknik hidroponik ini relatif sederhana, tetapi panen yang dihasilkan sangat memuaskan. Mumuh mengungkapkan, peralatan yang diperlukan untuk membuat Veltikurtur Babe ini merupakan barang bekas yaitu selang, ember, pipa, pompa air, dan wadah plastik bekas cat.

“Jadi, dalam sistem ini nutrisi diberikan secara menetes. Saya coba-coba beberapa kali, ini yang pas. Saya namakan inovasi ini Veltikurtur Babe dengan sistem DBS,” ujar Mumuh, Selasa (8/12/20).

Ia menjelaskan, Veltikurtur Babe ini, tidak menggunakan tanah untuk media tanamnya sebagaimana umumnya bercocok tanam. Sebagai gantinya, ia menggunakan cocopite (serbuk serabut kelapa) yang ditempatkan dalam wadah bekas cat. Wadah itu kemudian diberi empat lubang yang masing-masing lubangnya berukuran 7 sentimeter dengan jarak antar lubang 10 sentimeter. Pada bagian bawah diberi hidroton sama ziolite yang fungsinya menyaring cocopite yang ikut terbawa air nutrisi.

“Untuk wadah yang saya pakai ini, saya buat empat lubang karena kalau terlalu rapat nanti perkembangan akar akan terganggu. Bisa juga dibuat delapan lubang tapi nanti terlalu berdesakan dan perkembangan akar bisa terhambat,” katanya.

Untuk jenis tanaman yang bisa ditaman, lanjutnya, bisa tanaman sayur atau buah.

“Di sini saya menanam sayuran selada, bayam merah, samhong dan caisin. Untuk buah, bisa cabai dan tomat juga bisa. Saya juga coba anggur dengan sistem tetes seperti ini. Akelebihan dan kekurangan menggunakan Veltikurtur Babe ini tidak jauh berbeda. Kelebihan Veltikurtur Babe di sini, nutrisi itu tertampung di cocopite dan seandainya listrik mati cocopite masih menampung nutrisi. Jadi, aman untuk tanaman,” jelasnya.

Untuk perawatan, sambungnya, cukup perhatikan pada bagian selang karena di situ biasa tersumbat oleh lumut. Untuk membersihkannya bisa pakai lidi agar aliran airnya kembali lancar. Kemudian ketersediaan tandon penyimpan nutrisi diperiksa dan tidak kalah penting bagi orang hidroponik itu mengukur PPM nutrisi sesuai standar.

Untuk pertumbuhan tanaman juga sama. Menurutnya, sistem apapun yang dipakai itu tergantung perhatian dari penanamnya. Tanpa perhatian tanaman akan susah tumbuh dan berhama.

“Jadi, untuk sistem Veltikurtur Babe ini, jika di tinggikan lebih bagus tapi harus di dukung pompa yang memiliki daya semprot lebih tinggi. Mudah-mudahan inovasi saya ini bisa ditiru sama teman-teman di Kota Bogor dalam mendukung Bogor Berkebun yang dicanangkan oleh Pak Wali Kota Bogor tanggal 4 Desember kemarin,” katanya.

Editing : Tatang.S

block ID 8589 : transmetro.id

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *