Ada Apa Dengan jalan Kabupaten Sukabumi,Desa Mekar Asih..???

oleh -242 views

Terkait jalan kabupaten yang rusak di desa mekar asih sampai saat ini belum terealisasikan oleh pemerintahan kabupaten Sukabumi

Sukabumi,Transmetro 23.Desember 2020 Reporter : Sopandi

SIMPENAN– Warga Desa Mekar Asih Kecamatan Simpenan membutuh perhatian pemerintah kabupaten Sukabumi.

Terkait jalan kabupaten yang rusak di desa mekar asih sampai saat ini belum terealisasikan oleh pemerintahan kabupaten Sukabumi.

Hal ini di keluhkan oleh warga kampung Cipicung Desa Mekar Asih,Wawan (60).
“Kami berharap,Pemkab Sukabumi,melalui Dinas terkait agar segera memperhatikan infrastruktur jalan Kabupaten yang ada di Desa Mekar Asih,”ungkapnya.

Harapan senada juga disampaikan Willy dan Ujang Ruswandi,warga pengguna jalan yang sering melewati jalan tersebut.
” Mengingat sudah terlalu lama tidak ada perhatian pemerintah untuk perbaikan jalan ini,sudah sewajarnya Pemkab Sukabumi segera memperhatikan jalan yang rusak yang penuh dengan batu,tanah hingga susah di lalui bila semusim hujan,” tegasnya.

Baca Juga  Kapolsek Purabaya Merealisasikan Program Penanaman Sejuta Pohon

Menyikapi keluhan dan harapan warga,Kepala Desa Mekar Asih,Ujang Suryadi. Membenarkan kondisi jalan di Desa Mekar Asih,memang sudah cukup lama tidak tersentuh bantuan Kabupaten.
“Pihaknya juga berharap,Pemerintah Kabupaten Sukabumi,agar secepatnya merealisasikan pembangunan jalan tersebut,harapnya.

Sebagai penguat kelancaran aktifitas ekonomi warga,jalan tersebut juga sebagai akses menuju Objek Daerah Tujuan Wisata Air Panas dan Curug di Kampung Cipicung Desa Mekar Asih.

“Mirisnya”,Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan terlihat tidak rata dan berbatu dan agak sulit ditembus kendaraan roda empat. Warga setempat berharap Pemerintah betul-betul mendengar aspirasi mereka”.imbuhnya dia.

Ketika di temui awak media transmetro.id Tatang pengguna jalan mengatakan Banyaknya jalan yang rusak di Tanah Air menjadi pekerjaan rumah yang tidak ada hentinya bagi pemerintah.

Baca Juga  Operasi Yustisi Covid-19 Terus Berlanjut Di Wilayah Hukum Polres Sukabumi.

Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban. Bagi pemerintah baik pusat maupun daerah perlu ‘alarm’ peringatan bahwa ada sanksi apabila membiarkan jalan rusak.

“Aparat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau Dinas Bina Marga/Dinas PU di daerah sesuai kewenangan jalan nasional, provinsi, kota/kabupaten, masih banyak yang tidak memahami akan jeratan hukum akan mengenai mereka, jika membiarkan jalan rusak tanpa dilakukan perbaikan segera.

“Lanjutnya dia Di saat musim hujan tiba, jumlah jalan rusak kian bertambah. Tak jarang kecelakaan pun terjadi, akibat terperosok atau menghindar jalan rusak mengakibatkan korban luka bahkan bisa kehilangan nyawa, katanya.

“Bisa kecelakaan tunggal, terserempet atau ditabrak kendaraan lain saat menghindari jalan rusak tersebut,” ujar dia.

Baca Juga  Bupati Marwan : KTNA Dituntut Berinovasi

Sesuai Pasal 24 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Dengan demikian, kata tatang, apabila karena kondisi cuaca atau kendala anggaran, masih dapat dilakukan cara lain. Yang penting bisa menjadi perhatian pengguna jalan untuk lebih waspada dan berhati-hati. “Dan kalau terjadi kecelakaan, tidak terkena sanksi hukum,” jelas dia.

Pasal 24 ayat (2), dalam hal belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

Editing : Frans Hp

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *