Ketua DPRD : “KBM Tatap Muka Di Kabupaten Sukabumi Tunggu Hasil Simulasi SOP Prokes Dinas Terkait”

oleh -715 views

Kita sangat mengkhawatirkan terjadinya sebuah cluster baru. Apabila tidak dipersiapkan penanggulangannya dan benar penanganannya

Sukabumi, transmetro.id Rabu, (06/01/20) Laporan, Sopandi

TRANSMETRO– Polemik mau kapan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di Kabupaten Sukabumi, di mulai.

Hal mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Komisi IV, yang salah satunya membidangi Pendidikan.

Dimana Komisi IV mengadakan Diskusi terbuka dengan unsur Dinas terkait,yang membidangi bidang Pendidikan, Kesehatan, Perhubungan, Penegakan Peraturan Daerah, para Direktur dan Dokter RSUD Palabuhanratu, Sekarwangi ,Sagaranten dan Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi yang membawahi Pendidikan dasar dan Menengah di lingkungannya. Bertempat di ruang Badan Musyawarah lantai II DPRD Kabupaten Sukabumi,Rabu (06/01/21).

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi,Yudha Sukmagara, mengatakan. “Untuk merekomendasikan kegiatan belajar tatap muka, kami meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP, tentang persiapan tersebut.

Dan sistem apa yang akan diberlakukan, karena kita punya kekhawatiran apabila ini di mulai. Apakah akan membuat cluster-cluster baru COVID-19. Tadi pun mengundang para Direktur Rumah Sakit Sagaranten, Palabuhanratu dan Sekarwangi, untuk kita minta informasi keterangannya, mengenai persiapan dari Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Sukabumi. Apabila da cluster baru dari dunia Pendidikan ini.

“Kita sangat mengkhawatirkan terjadinya sebuah cluster baru. Apabila tidak dipersiapkan penanggulangannya dan benar penanganannya. ini akan menimbulkan hal yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.

 

Terus tadi pun ada masukan dari Dinas Pendidikan, informasi juga dari Dinas Kesehatan. Bahwa pemberlakuanya pun dengan Standar Operasional Prosedur ( SOP), yang sudah di sosialisasikan sejak tahun lalu, bahwa protokoler SOP Kesehatan dan segala macemnya harus di berlakukan. Kekhawatiran kami,apakah SOP ini bisa di awasi dengan optimal atau tidak ?

Karena COVID-19 ini perlu pemantauan dan penanganan khusus. Apalagi SOP Kesehatan yang akan di berlakukan terhadap anak-anak Sekolah.

Itu yang kami sangsikan,memang sebetulnya Imun ( kekebalan) yang di miliki anak usia Sekolah cukup baik di bandingkan orang dewasa.

“Jadi daya tahannya lebih kuat,akan tetapi anak-anak ini bisa menjadi carier (pembawa) Virus tersebut ke rumah. Nah ini yang perlu kita jaga sama-sama,” tegasnya.

Berikutnya pun,bagaimana kesehatan para guru,jangan sampai pada saat kemarin ada cluster di salah satu Pondok Pesantren,itu di awali dari guru Madrasahnya.

Sebetulnya ini yang perlu serius kita godok,diskusikan lebih intens,rembukan bagai mana nantinya di tentukan untuk belajar tatap muka.

Kita akan mulai dulu simulasi sesuia zona,dimulai di Zine COVID-19 nya tidak merah. Nah di situ akan di mulai simulasi dengan SOP yang telah di sepakati bersama.

” Ini ranahnya ada di Dinas Pendidikan,yang harus segera mensosialisasikan ke pihak Sekolah-Sekolah. Nanti mana yang sudah siap sesuai SOP,itulah yang akan di laksanakan pembelajaran Tatap Muka,terlebih dahulu. Kita lihat dulu apakah sudah siap untuk menerapkan SOP atau belum,” pungkasnya.

Redaktur : Frans Hp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *