Agen Supplier Beras dan sembako Bodong Resahkan Pelaku Usaha Resmi di Kabupaten Sukabumi

oleh -179 views

Sukabumi, Jum’at, 08 Januari 2021 transmetro.id, Laporan, Sopandi 

TRANSMETRO -Saya tidak habis pikir kenapa semakin banyak agen-agen dan supplier beras ilegal bermunculan di kabupaten Sukabumi. Padahal sudah jelas itu melanggar hukum.

“Saya sebagai Salah satu supplier yang resmi merasa di rugikan ,karena sudah pajak dan melengkapi segala kebutuhan administratif nya pula, dari mulai hal terkecil sampai kebutuhan Laboratorium untuk menguji layak tidak nya beras ini di konsumsi oleh masyarakat,” ungkap Ujang Hendra pemilik sekaligus Penasehat salah satu Supplier beras Resmi di Kabupaten Sukabumi, kepada transmetro, Kamis (07/01/21) .

CV. Ujang Hendra sebagai salah satu Supplier beras resmi di Kabupaten Sukabumi ini adalah Badan Usaha yang bergerak di bidang perdagangan supplier beras dan sembako lainnya.

Selama lebih dari 20 tahun melayani kebutuhan pangan di kabupaten Sukabumi CV . Ujang Hendra mengakui pasti akan mempunyai tantangan yang cukup keras kedepannya,” ungkap Rizki Ramdhan, Direktur Utama CV Ujang Hendra.

Baca Juga  Hadiri Ritual Nganyaran,Warga Kasepuhan Cipta Gelar Tumplek Sambut Wakil Bupati Sukabumi

Untuk mencapai ketahanan pangan, menjaga stabilitas suplai dan harga pangan di kabupaten Sukabumi CV Ujang Hendra mengembangkan kemitraan dengan berbagai distributor baik dari kalangan petani, agen sampai dengan BUMN , “jelasnya.

Terkait maraknya agen dan supplier bodong yang saat ini lagi merajalela CV. Ujang Hendra,yang mempunyai legalitas No SK AH. O1. 14 tahun 2018 dengan Akta CV: 06 tanggal 19 Desember 2019 ( Perubahan anggaran dasar) dengan alamat perusahaan : JL raya Cimaja Desa Cimaja kecamatan Cimaja Kabupaten Sukabumi.

Ini mengakui sering di perlakukan tidak nyaman oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan melaporkan bahwa kami adalah CV bodong, padahal mereka sendiri yang Bodong ( Ilegal) tidak bayar pajak tidak memenuhi standar dan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik dan benar, ” tandasnya.

Baca Juga  Puluhan Warga Kampung Pinangjajar Gelar Salat Istisqo

Pihaknya berharap semoga ada pihak-pihak terkait dan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) berwenang menindak perilaku oknum-oknum, baik agen dan supplier bodong ini karena sudah jelas merugikan banyak pihak.

Apalagi terkait dengan Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) dari pemerintah. Hanya untuk mendapatkan untung besar dari Keluarga Penerima Manfaat(KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) meras di rugikan. Karena seharusnya mereka menerima beras yang berkualitas Premium, malah sebaliknya beras medium yang mereka terima. “ungkapnya. Sedangkan dari sisi kwalitas dan harga jelas berbeda cukup menyolok.

Ditambahkan nya, bahwa ternyata banyak oknum yang tidak punya legalitas dan bermain api dengan memaksakan diri menyuplai barang, membuat agen bayangan dengan membeli atau bekerja sama dengan pihak lain demi kepentingan sendiri dengan potensi harus melanggar aturan main yang ada,jelasnya.

Kalau hal ini di biarkan tanpa ada penindakan, yang pasti masyarakat yang akan menerima dampak kerugian nantinya .

Baca Juga  Camat Sagaranten Meminta Masyarakat Sukseskan Pilkades

Di jelaskan lebih lanjut,dalam Pedoman umum program Sembako perubahan tahun 2020 Poin ( H ) bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), beserta Unit usahanya , Toko tani Indonesia, Pegawai Bank ,Penyalur dan Koperasi ASN, Termasuk TNI dan POLRI, tidak di perbolehkan menjadi e-warung.

Dalam poin ( i ) ASN Termasuk TNI dan Polri, Kepala Desa, Lurah, Perangkat Desa, Apartur Kelurahan, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau Lembaga Permusyawaratan Masyarakat (LPM) Kelurahan, Tenaga Pelaksana Bansos Pangan, dan SDM Pelaksana Program Keluarga Harapan ,baik perorangan maupun kelompok membentuk badan usaha tidak di perbolehkan menjadi e-warung, mengelola e-warung, atau menjadi pemasok e-warung.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya banyak oknum yang melanggar dan memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan pribadinya,”keluhnya.

Editor : Frans Hp

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *