Lihat dan Dengar Cerita Pilu, Dusun Ciangkrek Butuh Perhatian Serius Infrastruktur Jalan 

oleh -112 views

Infrastruktur jalan ke Dusun Ciangrek,yang masih berupa batu pengerasan dan sebagian tanah berlumpur.

Sukabumi, transmetro.id, Rabu, 20 Januari 2021, Laporan Jurnalis Sopandi

SIMPENAN,-Jalan Turunan curam,tanjakan menukik dan belokan tajam. Bekas tembok jalan yang sudah pada pecah campur lumpur dan air sepanjang jalan. Bebatuan cadas licin dan batu hitam tajam,yang di lalui sepanjang perjalanan. Dirasakan sangat ekstrim,oleh siapapun yang melewatinya.

Ada beberapa tanjakan dan turunan yang paling berbahaya untuk di lalui,antara lain.Puncak Dogol, Puncak Nagrak dan Puncak Gulingmunding.

Hal ini disampaikan Iman Nurahman, Rabu (20/1/2021). Beliau salah seorang pemerhati sosial dan kebijakan publik,yang hampir tiap hari menggunakan jalan tersebut menjalankan aktifitas rutinnya.

Lebih lanjut menurut Iman,yang juga selaku Kepala SMP Negeri Satu Atap Ciangrek ini,menuturkan pengalamannya.

Saat mulai turun dimana kita bisa lihat hamparan Laut Teluk Palabuhanratu. Terkejut melihat banyak orang duduk di pinggir jalan. Awalnya saya sangka dan curiga ada kecelakaan karena terlihat alur putih panjang bekas ban sepeda motor. Penasaran sembari mendekat ke rombongan itu.

Saya to the point nanya, ternyata mereka segerombol orang yang sedang mengantar orang sakit yang beristirahat dulu di puncak Gulingmunding itu.

Baca Juga  Pasca Patah Rel, KRL Bojonggede-Citayam Kembali Normal

Salah seorang bercerita bahwa dia telah kembali dari Rumah Sakit, habis mengantar orang sakit paru paru dari Kampung Babakan Dusun Ciangkrek Desa Mekar Asih Kecamatan Simpenan,Kabupaten Sukabumi. Seorang Perempuan paruh baya, sudah tiga bulan terjangkit penyakit paru paru. Dia bilang, di Puskemas Pembantu Desa tetangga Cibuntu telah berobat dua malam.

Lumayan jarak dari Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) di Palabuhanratu sampai Kampung Babakan Dusun Ciangrek itu,mencapai 24 Km. Yang empat belas Kilometer nya, jalan bagus bisa dilewati kendaraan roda empat, tetapi untuk di Babakan yang 10 Km nya itu jalan nanjak bebatuan,hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau bagi yang pemberani,bisa menggunakan Sepeda Motor.

Namun yang patut di apresiasi,rasa solidaritas kepada sesama ,saya salut di daerah Ciangkrek ini.

Hampir setiap ada orang sakit pasti mereka rame -rame membantu mengantarkan perjalanan untuk berobat. Atau kembali membawa pulang setelah sembuh atau telah jadi jenazah karena tidak tertolong.

Mereka menggunakan alat seadanya,seperti tandu darurat atau kain sarung.

Di tengah gerombolan yang ngantar ini, salah seorang membicarakan bahwa malam Jum’at lalu telah menggotong orang yang meninggal di Rumah Sakit.

Baca Juga  Gubernur Jabar Resmikan Bendungan Leuwisapi Sukabumi

Cerita ini masih kental terjadi di daerah ini. Dan masyarakatnya sudah terbiasa jika ada peristiwa seperti ini. Menggotong orang sakit, orang mau melahirkan, menggotong orang yang meninggal. Bahkan tidak sedikit kasus yang melahirkan di perjalanan atau meninggal dunia sebelum sampai Rumah Sakit, ungkapnya.

Dengan jalan kaki sejauh 8 Km dari ujung jalan yang bisa digunakan kendaraan roda empat sampai tujuan,bukan pekerjaan yang ringan. Karena jalan yang dilalui cukup berat apalagi kalau di kegelapan malam tanpa ada penerangan jalan umum atau hanya menggunakan lampu senter maupun obor daun kelapa kering.

Tetapi bagi saya mendengarnya sangat miris dan prihatin. Ternyata masih banyak orang yang hidup di tengah kesusahan dan kesulitan karena faktor jalan yang masih belum tersentuh maksimal oleh program pembangunan infrastruktur perdesaan.

Hampir setiap mendengar dan melihat langsung peristiwa ini spontanitas dan naluri saya langsung mengabadikan gambarnya dan bertanya langsung kepada orang yang terlibat langsung dalam evakuasi saat itu.

Baca Juga  Mengeluh Sakit Perut, Nelayan di Sukabumi Meninggal

Tatkala saya tanya dan ajak bincang bincang seketika, mereka begitu polos dan sopan berbicara apa adanya tentang peran yang sedang mereka lakukan. Mereka dengan ikhlas dan santai , penuh tawa dan senyum tetap tenang menjalankan perannya. Rupanya setiap rombongan yang saya temukan sudah spontan berbagi tugas dengan sesamanya. Sehingga proses pertolongan segera selesai sampai tujuan.

Puluhan warga Dusun Ciangrek,saat mengantar warga tetangganya yang sakit

Memang ini kondisi jalan sangat sulit untuk diperbaiki. Selain banyak tanjakan dan turunan curam, di beberapa bagian jalan terjadi penyempitan karena telah terkubur urugan dari tebing. Di sebagian jalan banyak aliran air yang mengikuti alur jalan sehingga jalan seperti sungai kecil.

Harapannya,Infrastruktur jalan sangat penting ,di Dusun Ciangkrek ini segera tersentuh dengan program perbaikan sehingga layak bagi pejalan kaki, pengendara sepeda motor, lewatnya kendaraan roda empat, sehingga pemerataan pembangunan segera dirasakan oleh orang pelosok.

Mereka bukan hanya cukup melihat kelancaran perjalanan di daerah lain di luar Ciangkrek. Tetapi mereka merasakan nikmatnya menggunakan jalan naik dan turunnya perjalanan di Dusun Ciangrek.

Editing : Frans Hp

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *