Pemkot Surabaya Tahun ini Akan Perketat Aturan Masa Huni di Rusunawa, Setiap 3 Tahun Ada Evaluasi

oleh -88 views

Pemkot Surabaya akan memperketat aturan hunian Rumah Susun Sewa (Rusunawa). Mengingat saat ini sudah 10.000 warga yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunggu antre hunian vertikal milik pemkot tersebut.

Surabaya,transmetro,Selasa 12 Januari 2021 Laporan : Iwan .Sby

SURABAYA – Pemkot Surabaya akan memperketat aturan hunian Rumah Susun Sewa (Rusunawa). Mengingat saat ini sudah 10.000 warga yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunggu antre hunian vertikal milik pemkot tersebut.

Tata kelola dan masa huni rusunawa harus sesuai Perda 2/2013 dan Perwali 05/2020, bahwa masa tinggal penghuni rusunawa tiga tahun. Selanjutnya bisa diperbaharui. Namun benarkah ketentuan ini sudah diterapkan?

“Idealnya memang setiap tiga tahun para penghuni rusun dievaluasi. Tapi Pemkot harus memenuhi hak dasar hunian warganya. Pelan-pelan akan kami perketat aturan ini. Terutama rusunawa baru,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT), Maria Ekawati Rahayu, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga  Warganya Terlibat Aksi 22 Mei, Begini Pengakuan Ketua RT

Setiap tiga tahun, keberadaan penghuni rusun akan dimonitor perkembangannya. Terutama menyangkut kemampuan ekonomi warga rusun. Jika mereka layak untuk naik kelas tinggal di hunian lain, sebaikya tidak memperpanjang tinggal di rusunawa.

Sebab saat ini ada 10.000 warga yang lebih berhak menempati rusunawa. Sementara sesuai catatan Pemkot Surabaya, ada warga penghuni rusun yang sebenarnya layak untuk tidak lagi menggantungkan fasilitas pemkot ini. Ada yang punya mobil, mereka bukan lagi MBR.

Saat ini ada 10.000 masyarakat yang lebih berhak tinggal di rusun. Diakui memang ketercukupan hunian rusun bagi warga kurang mampu ini belum terpenuhi. Ada total 23 rusunawa yang dikelola Pemkot Surabaya.

Baca Juga  H-2 Lebaran Jalur Nagreg Padat, Arus Lalin Dialihkan

Sesuai Perda dan Perwali, masa tinggal warga di rusunawa tiga tahun. Selanjutnya bisa diperpanjang sesuai kondisi riil.

Sementara tarif sewa rusunawa tidak lebih dari Rp 100.000 per bulan. Kalau menempati lantai paling atas lebih murah hingga Rp 43.000. Jika penghuni ekonomi sudah mapan, sebaiknya diminta tidak memperpanjang masa huni rusun.

“Kami akan perketat lagi tahun ini. Penghuni yang tinggal di rusunawa harus sesuai batas waktu yang ditentukan. Saya tahu konsekuensinya bakal ribut. Tapi ini aturan dan ada yang lebih berhak,” tegas Yayuk, panggilan akrab Maria Ekawati Rahayu.

Saat ini total penghuni rusunawa di Surabaya sebanyak 4.598 KK menempati rusun. Mereka membawa serta keluarganya tinggal di rusun sehingga total jiwa 13.811 jiwa.

Baca Juga  KPI Meminta Penayangan Iklan Hago Dihentikan

 

Redaktur ; Tatang.Sutendi

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *