Diduga Pabrik Berada di Kabupaten Bogor Kurang Mengikuti Prokes, Saat Jam Istirahat

oleh -160 views

Dalam mengikuti peraturan pemerintahan tentang covid 19 yaitu ,Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (COVID-19).

Nasional,transmetro, Selasa, 09 Februari 2021

TRANSMETRO.-PT. CS 2 Pola Sehat yang bergerak di bidang pabrik air mineral dan teh gelas yang bertempat di Desa Muara jaya, Kecamatan Caringin. Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu, (07/02/21)

Dalam mengikuti peraturan pemerintahan tentang covid 19 yaitu, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (COVID-19).

Dengan adanya peraturan ini pihak manajemen PT. CS2 Pola Sehat membuat peraturan baru tentang bahwa karyawan yang mempunyai jam istirahat tidak boleh makan diluar pabrik dan cukup makan di kantin pabrik hal ini diduga akan menimbulkan kerumunan bila jam istirahat di Kantin Pabrik.

 

Hal ini diangkat kembali oleh Difo sebagai G.A (Genaral Affair) yang baru, pabrik PT.cs2 pola sehat yang di mana dia habis menyapa seorang karyawan dengan WhatsApp “dari mana pa.tanya Difo ,lalu karyawan tersebut menjawab saya habis berobat ,ada apah? Tanya karyawan ,ko gak ngomong sapa Difo kepada karyawan tersebut,jawab karyawan mengatakan ,saya habis berobat kepala saya sakit migran gak sempat buka handphone,sampai akhir pulang pun dari klinik kembali ke pabrik,karyawan masih terus di tekan dan di intervensi pertanyaan yang seharus bisa melihat kondisi karyawan yang sedang sakit

Baca Juga  Ada Oknum Yang Akan Menggulingkan AHY. Ketum Demokrat, : Irfan Suryanagara Jangan Coba-coba Usik Kami,"

Sementara ini Difo di duga sudah menunjukan perbuatan yang menimbulkan arogan karna hanya mendengarkan  sebelah pihak saja dan tidak mendengar apa keluhan karyawan tersebut yang sedang mengalami rasa sakit di kepala (Migran)

“Lanjutnya ,hal ini di keluhkan kan kepada karyawan badan saya sedang kurang sehat kepala saya masih pusing sebelah bisa gak anda bicara jangan di luar kemampuan saya itu sudah saya jawab ,mau kamu apa jawab karyawan tersebut dalam keadaan sakit,lalu ketika jam pulang Difo melempar pembicaraan ke Rahmat agar menyapa ke karyawan tersebut dengan senada kencang.

“Rahmat sebagai kordinator OB pabrik pun mengatakan “katanya anak anak laundry bapa sering keluar ,karyawan tersebut menjawab memang saya sering keluar tapi menggunakan jam istirahat dan istirahat itu ke kantin luar persis depan pabrik ,karna menghindari kerumunan kantin pabrik bila jam istirahat, walaupun di meja ada pembatas tapi kurang efesieun,maka itu saya makan di kantin luar dan keluar masuk pabrik pun mengikuti peraturan,memakai masker,cuci tangan,lalu apa yang di permasalahkan,?jawab karyawan kepada Rahmat.

Baca Juga  Muspika Kecamatan Purabaya Antispasi Penularan Covid-19, ASN Dilakukan Tes Kesehatan

 

Hal ini mendapat tanggapan dari LSM LASKAR MERAH PUTIH INDONESIA ,bahwa peraturan yang di buat oleh manajemen perusahaan kurang optimal karna ketika karyawan di buatkan peraturan jam istirahat tidak boleh ke kantin luar,harusnya pihak manajemen PT.cs 2 pola sehat mengkaji kembali karna akan menjadi polemik,Dengan peraturan tersebut.Agar tidak menimbulkan kerumunan pas jam istirahat.

Mirisnya lagi teguran Rahmat tidak melihat kondisi lingkungan sekitar pabrik dan,” dia “kurang mengindahkan yang tertuang dalam undang undang ketenagakerjaan.”Masyarakat pada umumnya tahu bahwa tidak boleh adanya pemberlakuan tidak adil (diskriminasi) antara sesama pekerja atau antara pekerja dengan pengusaha.

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yaitu “Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan.”

Pasal 6 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yaitu “Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha.”

Lanjutnya dia..dalam penanganan covid 19 Manajemen tersebut harus bisa mengkaji peraturan peraturan di masa pendemi ini bukan untuk mencari kesalahan karyawan disaat pandemi ini

Dimasa pandemi ini yang harus di terapkan adalah suatu penanganan peraturan covid 19 agar tidak terjadi kerumunan sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga  Kereta Api Pangrango Diharapkan Kurangi Beban Lalu Lintas Kota Bogor 

Kemudian Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Covid-19, dan Peraturan Mendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemda dan instansi swasta.

Harapan saya pabrik PT.cs2 pola sehat khususnya agar bisa mengkaji peraturan tentang penanganan covid 19 di dalam pabrik dan bagaimana agar tidak berkerumun saat jam istirahat di dalam pabrik ,dan tidak bisa memaksakan karyawan harus berkerumun karna Meraka selagi mempunyai hak tolak untuk menghindari kerumunan tidak apa apa

“Dan untuk pemerintahan khususnya satgas covid 19 agar bisa menyidak ke pabrik disaat pandemi ini untuk memutuskan matarantai penyebaran wabah ini ,tidak hanya di pasar maupun jalan protokol di pabrik pun perlu di sidak agar tidak menimbulkan kerumunan  disaat jam istirahat karyawan

Reporter : HZ

Admin.    : 002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *