Marwan,” Layanan Covid 19, Harus Insten,”

oleh -32 views

Sukabumi, transmetro.id, Senin. 01 Januari 2021, sbr, hmskbsmi

TRANSMETRO.-Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengikuti peresmian program Puskesmas Terpadu dan Juara (Puspa) secara virtual di Pendopo, Senin (1/2/2021).

Program Puspa yang diresmikan secara langsung Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil ini, bertujuan untuk memperkuat respon Puskesmas dalam menangani covid 19, khususnya terkait hal testing, tracing, dan treatment (3T).

H. M. Ridwan Kamil mengatakan, di sejumlah Puskesmas akan ada penambahan lima orang yang fokus menangani 3T.

“Penanganan covid 19 ini harus intens. Makanya, di Puskesmas ada penambahan lima SDM yang khusus menanganinya. Selama ini, Puskesmas keteteran dalam hal melaksanakan 3T sekaligus tugas sehari hari di Puskesmas,” ujarnya.

Baca Juga  Ratusan Petugas Gabungan Siap Mengawal PPKM Sidoarjo

Maka dari itu, ada 500 orang yang khusus menangani covid 19 di sejumlah Puskesmas. Terutama di 100 Puskesmas yang tersebar di 12 Kota/Kabupaten di Jabar yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya.

Lewat strategi baru tersebut, Kang Emil berharap Puskesmas bisa semakin kuat dalam melaksanakan 3T. Sehingga, semakin cepat menangani kasus covid 19.

“Semoga 2021 ini, kita bisa pulih secara ekonomi maupun dari pandemi,” ungkapnya.

H. Marwan Hamami mengatakan, Kabupaten Sukabumi sejauh ini belum termasuk dalam program Puspa. Namun, penanganan covid 19 di tingkat Puskesmas sudah sangat optimal.

Baca Juga  Penyataan Sikap FKUB Dalam Menyikapi Maraknya Wabah COVID-19 di Kabupaten Cianjur

“Sejak awal pandemi, sosialisasi oleh Puskesmas kepada masyarakat sudah sangat intens. Termasuk 3T yang menjadi acuan. Apalagi jumlah Puskesmas di Kabupaten Sukabumi cukup banyak,” terangnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengoptimalkan Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Sehingga, pasien semaksimal mungkin ditangani di Puskesmas PONED terlebih dahulu.

“Dengan memaksimalkan Puskesmas PONED, setiap ada yang sakit tidak langsung dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya.

Redaktur, Frans Hp

Tentang Penulis: transmetro.id

Jendela Informasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *