Pemdes Pasirmuncang, Yudi Wahyudin, Sukses Kelola BPS, Sarana Air bersih

oleh -193 views

Disegala musim, warga masyarakat Desa Pasirmuncang, Insya Allah tidak akan mengalami kesulitan atau krisis Air bersih.  

Caringin, transmetro.id, – Senin, 06 Maret 2021: kecamatancaringin.bogorkab.go.id

BOGOR,-Dimusim kemarau biasa di daerah lain sangat sulit untuk mendapatkan air, disebabkan oleh krisis air bersih, Mandi, Cuci dan Kakus (MCK), Hal ini, diakibat mengalami kekeringan,

Tetapi berbeda dengan desa yang satu ini, ialah Desa Pasirmuncang Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sebab pemdesnya, telah berupaya mempersiapkan sedini mungkin sarana air bersih untuk masyarakat, sehingga mereka bisa menikmati aliran air bersih disegala musim.

Tak hanya bertolak pada ketersediaan sumber daya air saja, namun berkat kerja keras seluruh jajaran pemdesnya, serta inovasi yang dilakukan pemdes yang telah membentuk sebuah Badan Pengelola Sarana (BPS) Air bersih.

Bernama BPS Tirta Tayanegara yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Dengan memanfaatkan sumber mata air yang ditampung dalam Bak Penangkap Mata Air (BPMA).

BPS yang dibentuk sejak tahun 2009 silam ini awalnya hanya mampu mendistribusikan air bersih bagi 50 kepala keluarga di sejumlah wilayah RT saja melalui sistem pipanisasi.

Namun dari tahun ke tahun jumlah warga yang menggunakan sarana pipanisasi pun terus semakin bertambah dan inipun bisa dikadikan pailot projeck oleh desa-desa lain.

Dikerenakan Pengguna Sarana Air Bersih mencapai lebih dari 1.250 Kepala Keluarga (KK)

Dengan semakin bertambahnya jumlah warga yang menggunakan jasa pipanisasi, pada tahun 2012 BPS Tirta Jayanegara pun mulai memberlakukan sistem meterisasi bagi para pelanggan.

Upaya inipun akhirnya membuahkan hasil sesuai harapan. Hal ini diamini dengan jumlah pelanggan yang kini telah mencapai sekitar 1.250 KK atau sekitar 5000 jiwa lebih yang tersebar di 23 wilayah Rukun Tetangga (RT) di enam wilayah Rukun Warga (RW).

Yudi Wahyudin, Kepala Desa Pasirmuncang, mengungkapkan, penggunaan meterisasi jauh lebih efektif untuk dapat mengetahui debit penggunaan air serta mendeteksi persoalan yang terjadi, semisal kerusakan jaringan pipanisasi.

Untuk itu Ia mendapatkan Penghargaan Dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam Upaya menanam, memupuk serta merawat yang telah dilakukannya.

Akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2013 lalu Pasirmuncang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebagai desa pelanggan 1000 sambungan rumah.

Tak hanya itu, Pasirmuncang juga didaulat sebagai satu-satunya desa penggagas program pemanfaatan sumber daya air di Kabupaten Bogor.

Karena torehan prestasinya, maka tak heran jika Pemdes Pasirmuncang menjadi desa percontohan pada program pemanfaatan sumber daya air dan lingkungan. Sedikitnya ada 60 desa di Kabupaten Bogor pernah datang untuk menimba ilmu tentang konsep pengelolaan air.

Bahkan, sejumlah ilmuwan, praktisi kesehatan dan gizi dari beberapa negara seperti Jepang dan Vietnam pun pernah datang melakukan studi banding ke desa ini.

Wajar kiranya, karena dibeberapa negara besar dan berkembang lainnya memanfaatkan sumber daya alam membutuhkan biaya yangtidak sedikit bahkan mencapai nilai fantastis, namun hanya dengan konsep sederhana serta biaya yang relatif murah.

desa ini mampu berinovasi dan memberikan manfaat besar bagi warga tanpa harus membayar iuran yang besar pula, yakni berkisar antara lima hingga lima belas ribu rupiah perbulan. Dan tentunya aliran air bersih tersebut bisa dinikmati warga selama 24 jam.

Redhep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *