Polemik Tapal Batas, Sukabumi-Bogor. Gimana Respon Pemerintah?

oleh -230 views

Polemik Perbatasan Sukabumi dan Bogor, Kleam Kepemilikan wilayah, 

Sukabumi/Bogor, transmetro.id, Rabu, 17 Maret 2021, Laporan Reporter, Linda Helina.

TRANSMETRO,-Tapal batas di dua perbatasan kabupaten Sukabumi dengan Bogor menjadi polemik dan saling Kleam Kepemilikan wilayah.

Dikarekan dua desa yang berada di tapal perbatasan antara Desa Tugujaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor dengan Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, saling Kleam,

Sementara di lokasi tersebut yang ada letak tanah yang menjadi wilayah Bogor, hal tersebut menjadi sebuah bahan pertanyaan secara yuridis.

Entah apakah kedua pemerintahan kurang peduli, atau saling kleam terhadap tapal perbatasan tersebut sehingga menjadi polemik.

Sementara dari keterangan warga setempat Desa Tugujaya, Bahwa perusahaan berdiri dibatas tanah wilayah Desa Tugujaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor.

Seperti sebuah Gerbang dan Lahan Parkir,  diduga ada di klaim masuk ke Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi.

Tetapi ketika awak media Selasa (17/03/21) Siang, menulusuri dan menghampiri Kantor Desa Kutajaya, kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi untuk klarifikasi,

Yang kebetulan Kades tidak ada ditempat, Sementara itu ditanggapi Sekretatis Desa (Sekdes) Kutajaya, Yudi Irawan. Saat di konfirmasi Ia Mengatakan, ‘Bahwa tanah tersebut memang benar adalah masuk ke wilayah Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. juga pemerintahan desa tidak pernah mengakui, jelasnya.

Tambahnya, Tanah tersebut yang berdiri di Gerbang sebuah pabrik menjadi wilayah Desa Kutajaya, hanya mengakui kalau kebelakang Gerbang Pabrik ialah milik wilayah Kutajaya Kabupaten sukabumi,

Dikarnakan duhulu batasnya adalah solokan, juga jalanpun bukan lurus seperti sekarang, bahkan ada salah satu rumah dapur ke wilayah Sukabumi depan kebawa ke wilayah Bogor, paparnya.

Intinya pemerintahan Desa Kutajaya tidak pernah mengakui tanah yang ada Gerbang Pabrik sama lahan parkir masuk ke wilayah Desa Kuta jaya. tuturnya Sekdes.

Sementara ditempat berbeda Nadi selaku di Rt 01 juga Rw 02 mengatakan, “Sepengetahuan saya memang kalau lahan yang ada gerbang pabrik itu dari dulu juga masuk wilayah Bogor,

Bahkan rumah yang kiri, kanan juga masih bayar pajak sama Desa Tugujaya, dan masih masuk warga Tugujaya, jelasnya.

Terpisah Kepala Desa Tugujaya M, Rifki Abdilah. di ruang kerjanya,  Mengungkapkan. Saya juga bingung masalah lokasi tapal batas tersebut,

Karna warga kiri, kanan masih bayar pajak ke Desa Tugujaya bahkan warga juga masih Kartu keluarga (KK) juga Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tugujaya,

Tetapi tanah yang ada gerbang sebuah perusahaan, diduga ada yang mengklaem masuk Kabupaten  Sukabumi,

Masa ada peta lokasi leter U. karna dulu jalan tuh bukan lurus kesitu, karna dulu yang batas itu ada solokan, berhubung masyarakat dulu suka nambang teras untuk bikin  jalan, Batako.

Akhirnya longsor, dipindahkanlah, dijadikan lurus, juga ini akan menjadi sebuah kajian saya sebagai Kepala Desa jangan sampai ada bahasa pembiaran tapal batas, Tutur M Rifki.

Kalau kita kaji paparan diatas dan kita singkronkan antara dua Kepala Desa, juga penuturan warga. RT dan RW, sudah seharusnya pemerintah Kabupaten Sukabumi juga Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menertibkan tapal batas tersebut,

Dengan dasar dasar hukum batas wilayah seperti Penetapan dan penegasan batas wilayah sebuah Desa. Seharusnya menjadi prioritas pemerintah.

Karena, “Jika batas wilayah tidak jelas, selain bisa menghambat proses pembangunan di desa itu sendiri juga berpotensi terjadinya konflik antar warga desa”. tegasnya.

Sebab, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, di definisikan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,

kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman dan Penegasan Batas Desa, dijelaskan tujuan penetapan dan penegasan batas Desa untuk menciptakan tertib administrasi pemerintahan,

memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu Desa yang memenuhi aspek teknis dan yuridis.

Batas Desa adalah pembatas wilayah administrasi pemerintahan antar Desa yang merupakan rangkaian titik-titik koordinat yang berada pada permukaan bumi dapat berupa tanda-tanda alam seperti, igir/punggung gunung/pegunungan (watershed), median sungai, solokan dan/atau unsur buatan dilapangan yang dituangkan dalam bentuk peta.

Tambah M Rifki, :Tata Cara Penetapan, Penegasan dan Pengesahan Batas Desa, bunyi Bab V pasal 9 Permendagri No 45 Tahun 2016, sebagai berikut:

(1). Penetapan, penegasan dan pengesahan batas Desa di darat berpedoman pada dokumen batas Desa berupa Peta Rupabumi, Topografi, Minuteplan, Staatsblad, Kesepakatan dan dokumen lain yang mempunyai kekuatan hukum.

(2). Penetapan, penegasan dan pengesahan batas Desa di wilayah laut berpedoman pada dokumen batas Desa berupa undang-undang Pembentukan Daerah, Peta Laut, Peta Lingkungan Laut Nasional dan dokumen lain yang mempunyai kekuatan hukum.

(3). Batas Desa hasil penetapan, penegasan dan pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Bupati/Walikota dengan Peraturan Bupati/Walikota.

(4) Peraturan Bupati/Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat titik koordinat batas Desa yang diuraikan dalam batang tubuh dan dituangkan di dalam peta batas dan daftar titik koordinat yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Bupati/Walikota.

Jika terjadi Perselisihan Batas Desa. Begini cara penyelesaian perselisihan batas Desa. Untuk lebih lengkap silahkan dibaca di Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman dan Penegasan Batas Desa.

Permendagri Nomor 27 Tahun 2006 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa, telah dicabut dan tidak lagi menjadi pedoman dalam Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Redhep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *