Aceng Wakil Ketua DPD Demokrat Jabar, Komentari KLB

oleh -112 views

Jabar, transmetro.id, Kamis, 18 Maret 2021, Laporan Reporter, Teddy Permatadinata

TRANSMETRO,- Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat. H Aceng Roni Syahbana AIFO, komentari kaitan perkumpulan yang mengatasnamakan KLB

Menurutnya, “itu adalah sebuah perkumpulan yang mengikrarkan diri, melegitimasi diri mengumpulkan para petualang voter politik, para intelektual tukang di praktisi partai yang mengklaim melegitimasi mewakili dari struktur partai ditingkatkannya. Jelasnya, saat di temui transmetro, pada Selasa (16/03/21) di Kantor DPD Demokrat Jabar Jl. Prof Dr. Sutami Kota Bandung.

Aceng yang didampingi Ketua Bapilu H. Irwan Koesdrajat, mengatakan, Terkait hal itu, pertama saya hanya bisa menggaris bawahi, bahwa itu adalah sebuah perkumpulan brutal, kebrutalan para petualang politik yang mengatasnamakan diri KLB ini adalah menandakan sudah terjadi di negara ini kebablasan dalam Demokrasi khususnya kaitan dengan masalah sistem perpolitikan di Indonesia ini adalah sebuah kemunduran buat kita negara ini.

Ia pun menambahkan, “Dan ada catatan juga bahwa periode saat ini periodisasi yang sangat buruk dalam iklim berdemokrasi terbukti pemerintah sekarang ini sudah membuat ketakutan masyarakat untuk mengekspresikan diri,

untuk berpendapat diakui betul hari ini saat ini kita bebas berpendapat, akan tetapi dikemudian hari setelah kebebasan ini juga di preteli dengan Sandra jeratan-jeratan hukum dengan pasal-pasal karet yaitu dengan di UU ITE itu salah satu bentuk kemunduran.

Kedua kaitan dengan masalah perkumpulan yang berdasarkan KLB Ilegal, KLB Inskontitusional ini menandakan buruknya sistem demokrasi, ini kesalahan siapa adalah kesalahan kita semua, khususnya pemerintah karena pemerintah tidak bisa mengontrol iklim ini

Saya mengatakan kenapa perkumpulan ini ilegal dan inkonstitusional karena memang sudah dibahas oleh para pengamat hukum, para pengamat politik dan kaum intelektual ini bukan masalah kepentingan Demokrat semata, kebetulan saja yang jadi objek sasaran tembaknya atau bidikan awal hari ini adalah partai Demokrat atau korbannya. Sebetulnya ini adalah isu bersama, kenapa, karena ini kaitan masalah demokratisasi di negara kita ini.

Dengan adanya pemberangusan dan pengambilan paksa yang mengatasnamakan KLB ini adalah bentuk sebuah kemunduran, karena sudah menampikan sistem perundang-undang perpolitikan yang menampikan semua ini dan negara harus hadir karena ini sudah ada perlindungan hukumnya, jadi tidak bisa semena-mena kalau ini dibiarkan kebablasan buat kita semua.

Langkah-langkah kami mencermati ini tentu kami sebagai fungsionaris partai sebagai kader partai bahwa kami sudah melakukan upaya-upaya mempertahankan harga diri mempertahankan kehormatan kedaulatan partai dan tentunya saja ini adalah memperjuangkan kepentingan semua menjaga marwah, menjaga iklim demokrasi di Indonesia, karena kalau ini dibiarkan nanti semena-mena. Pemerintah, negara harus hadir siapapun juga terjadi premanisme politik ketika mau ambil paksa

Selanjutnya dikatakan Aceng kesatu menghimbau dan berharap kami sudah melakukan langkah konsolidasi baik secara internalisasi organisasi dengan membuktikan kepada pemerintah bahwa faktanya kita tidak banyak bicara. fakta majelis tinggi ada di kita, para ketua DPD selaku pemilih suara ada di kita, para ketua DPC kota dan kabupaten ada di kita hal ini sudah kita sampaikan kepada Kemenhumkam, KPU dan institusi-institusi lainnya, Insya Allah mayoritas 100 percen kita solid atas kepemimpinan AHY.

Kedua konsolidasi extenalisasi organisasi yaitu ke Kemenhumkam termasuk presiden menyampaikan kejadian yang sesungguhnya ini adalah bentuk advokasi dalam rangka menjaga kedaulatan semua partai dan juga kami berharap kepada negara, pemerintah untuk bersipat netral tidak berpihak, Insya Allah kami berkeyakinan kami berpikir positif thinking kepada pemerintah fair dan objektif.

Saya menghimbau untuk temen-temen segera bersadar diri jangan ada untuk mencoba-coba membuat manuver-manuver dengan melakukan membuat Demokrat tandingan di daerah-daerah, walaupun itu kebebasan berekspresi itu boleh saja, tapi tetap dalam koridor dalam kaidah perundang-undangan. Dan menghimbau kembali baik mantan kader, kader dalam pengurus dan diluar kader jangan membuat kericuhan.

Insya Allah kita akan menang karena kita di pihak yang benar, bagi kader-kader rapatkan barisan, solidkan barisan buktikan kita berkoalisi dengan rakyat, kita memperjuangkan hak-hak kita dan kita kawal kewajiban-kewajiban kita bahwa ini adalah untuk membangun bangsa dan negara.

Redaktur, Frans Hp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *