Camat Bondes Berterima kasih Atas Berita RTLH, “Rumah Entin Jadi Skala Perioritas,”

oleh -92 views

Sukabumi,transmetro.id,Jum’at, 26 Maret 2021, Sbr: jawabarat.indeksnews.com

KEBONPEDES.-Kepala Kecamatan Kebonpedes, (Bondes) H. Ali Iskandar langsung menanggapi keluh kesah Entin (51 th) janda paruh baya yang tinggal di rumah bilik bambu di Kampung Dangdeur Rt. 27/08, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Kami atas nama pemerintah kecamatan sampaikan ucapan terimakasih atas informasi pemberitaan ini. Tentunya ini menguatkan iktiar kita sebagai pemerintah yang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat.

Setelah ditinjau bisa kami pastikan bahwa rumah Umi Entin itu tidak layak huni dan termasuk rumah yang menjadi sekala prioritas kita,” ujar H Ali Iskandar saat dikonfirmasi di ruang kerja, Jum’at (26/03/21)

Namun, lanjut Ali yang menjadi persoalan memang Pemerintah Desa (Pemdes) Cikaret, masih minimnya bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat.

“Bantuan khusus rumah tidak layak huni Desa Cikaret kuotanya terbatas dari Provinsi maupun dari Pusat,” jelas Ali.

Ali mengungkapkan, dari bahan perencanaan sudah di agendaken dan dipastikan akan mendapatkan bantuan dari provinsi dan Kementrian sehingga sudah di prioritaskan.

“Namun, untuk menunggu itu terealisasi, seperti apa yang sudah dilakukan pihak kecamatan maupun desa dibeberapa tempat. Gerakan swadaya gotong royong masyarakat itu yang diutamakan dan kemudian menjadi solusi buat kita,” tutur Ali.

Seperti halnya, Ali memaparkan di Kampung Ranji, Desa/Kecamatan Kebonpedes sudah di lakukan Gerakan Swadaya Gotong Royong dan bisa di tuntaskan.

“Alhamdulillah dengan gotong royong semua tertolong, baik dari keluarga, warga termasuk dari kita yang pasti kepedulian warga yang di utama,” papar Ali.

Khusus rumah Umi Entin, Ali menilai, kalaupun persyaratan yang di intervensi dari pemerintah dalam hal Program untuk RTLH, seperti ketersediaan lahan, adanya dana swadaya yang bisa disiapkan, maka akan terus dikawal agar dapat dialokasikan dengan baik.

Sementara itu Usep Saepul Rohmat Kepala Desa Cikaret, membenarkan kondisi rumah Umi Entin di Kampung Dangdeur kondisinya tidak layak huni. Pihaknya, sudah mengajukan dan menjadikan sekala prioritas program pembangunan RTLH tahun ini.

“Dari jumlah 28 RT 9 RW, kalo di runtut per RT itu ada sekitar 28 rumah tidak layak huni, mungkin kalo di kakulasikan ada ratusan. Untuk semantar menunggu program yang sudah diajukan, kami pihak desa bersama kecamatan akan melakukan Gerakan Swadaya Gotong Royong untuk membantu kondisi seperti Umi Entin,” kata Usep.

Diberitakan sebelumnya, Potret buram kehidupan yang dirasakan janda paruh baya bernama Entin S (51) warga Kampung Dangdeur RT 027/008, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Umi Entin sapaan akrab janda tua ini, saat ini tinggal bersama cucunya dan anaknya Wildan (36) di rumah berbilik bambu yang hampir roboh akibat termakan usia. Mirisnya ketika hujan turun, bocor disetiap sudur rumah, apalagi bagian sudur dapur dan jamban (kamar mandi) sudah ambruk tak berdinding.

“Kondisi rumah umi sudah belasan tahun seperti ini, sudah tidak aneh lagi setiap kali turun hujan deras apalagi dibarengi angin kencang, bocor air hujan dari atas atap di setiap sudut rumah. Lampu listrik juga baru empat bulan ini, itupun ngambil dari KWH tetangga sebelah dengan iuran seikhlasnya. Sebelumnya, pake lampu minyak atau lilin untuk menerangi pada malam hari saja,” kata Umi Entin, saat disambangi di rumahnya, Kamis (25/03/21).

Ironisnya lagi, Umi Entin mengaku dari dulu belum pernah tersentuh bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), baik dari Pemerintah Desa (Pemdes), maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bahkan Program Pemprov Padahal.

“Umi tidak mampu untuk memperbaiki kondisi kerusakan rumah, cuma bisa berdoa dan tawakal dengan kondisi rumah yang seperti ini. Untuk makan sehari-hari pun, menunggu panggilan tetangga untuk mencuci pakaian dengan upah Rp 20-50 ribu. Itupun kalo ada,” papar Umi Entin yang masuk daftar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

RedHep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *