Akhirnya, Sudah Ada Kontak dengan KRI Nanggala-402 yang Hilang di Perairan Bali

oleh -82 views

Transmetro – Setelah lebih dari 24 jam dinyatakan hilang di perairan Bali, akhirnya ada kontak dengan kapal selam KRI Nanggala-402.

Sehubungan dengan sudah adanya kontak dengan KRI Nanggala-402, Staf Ahli Menkominfo, Henry Subiakto berharap agar kapal selam tersebut segera bisa naik ke permukaan, dan semua kru selamat.

Meskipun sudah ada kontak dengan KRI Nanggala yang hilang di perairan Bali itu, namun kapal selam tersebut belum bisa naik ke permukaan.
“Semoga bisa kembali ke atas atau bisa segera diselamatkan seluruh crew dan isi kapal selam tersebut, amin yra,” cuit Henry Subiakto melalui akun Twitter miliknya @hendrysubiakto, pada Kamis 22 April 2021.

Sebelum adanya kontak dengan KRI Nanggala-402, ditemukan suatu pergerakan dari dalam laut di sekitar tumpahan minyak yang terdeteksi melalui gelombang sonar aktif.

Tidak bisanya KRI Nanggala-402 kembali ke permukaan diperkirakan karena ada masalah pada baterai dan mesin pendorong elektrik.

“Terima kabar: Sudah ada kontak dengan KRI Nanggala 402 namun Kasel belum bisa naik ke permukaan. Hasil SONAR aktif REM: ada pergerakan bawah laut dengan V 2.5Kts di sekitar lokasi oil spill,” tulis akun Twitter Jurnal Maritim @JurnalMaritim.

”Diperkirakan ada masalah pada electric pump dan baterai,” lanjut cuitan dari akun Jurnal Maritim.

Telah diberitakan sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang di perairan sebelah utara Bali pada Rabu 21 April 2021, pukul 4:30 WITA.

KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang saat melakukan latihan tembak torpedo.

Setelah latihan tersebut, selang beberapa waktu, KRI Nanggala-402 gagal melaporkan hasil latihan dan tak bisa menghubungi pusat komando TNI-AL, yang kemudian dinyatakan hilang di perairan Bali selama lebih dari 24 jam.

Dengan begitu, berdasarkan pernyataan yang tertulis dalam akun Twitter Jurnal Maritim, dikabarkan sudah ada kontak dengan KRI Nanggala-402 yang dinyatakan hilang di perairan Bali, dan hal tersebut terjadi karena ada masalah pada mesin mesin pendorong elektrik juga baterai kapal selam.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *