Ceceran Otak Jadi Petunjuk Ungkap Kasus Pembunuhan Ini, Begini Kronologisnya

oleh -76 views

Transmetro – Ceceran otak jadi petunjuk bagi polisi mengungkap kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, kasus itu pun terungkap. Polisi kemudian memastikan, Hendra alias Bohel, bukan tewas karena kecelakaan lalulintas (Lakalantas), melainkan mati karena dibunuh.

Begini ceritanya. Setelah dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi curiga Bohel bukan korban Lakalantas, melainkan korban pembunuhan.

Pasalnya karena letak jenazah korban,Hendra alias Bohel yang dalam keadaan terluka menganga di kepala, bagian otaknya tercecer mencapai lebih dari 25 meter.

“Jadi dari awal kita sudah curiga  bahwa kejadian tersebut bukan Lakalantas, namun korban pembunuhan, apalagi kondisi letak korban dengan bagian lain (otak -red) tercecer jauh. Juga lukanya tampak bukan karena laka tapi karena senjata tajam. Langsung kita amankan rekan rekan korban yang diketahui sempat pesta miras,” kata Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Dedy Setiawan, Jumat (23/4/2021).

Setelah mengamankan tiga orang rekan korban polisi kemudian menunggu hasil visum dari RSUD Depati Bahrin Sungailiat. Hasilnya tim dokter menyatakan dua luka besar yakni dibagian kepala dan di bagian kaki akibat benda tajam.

Kaplolres Bangka AKBP Widi Haryawan kemudian memerintahkan Kasat Reskrim AKP Dedy Setiawan bersama Kanit Tipidter Ipda Dana,  Kanit Buser Ipda Judit Dwi Laksono dan Kapolsek Mendobarat Iptu Andi Eko Wardana memimpin anggota Buser Polres Bangka, Intel Polres Bangka dan anggota Polsek Mendobarat melakukan pendalaman dan penyelidikan.

Selanjutnya ketiga orang yang diamankan yakni Jeki Subekti alias Jeki Warga Labuh Pandan,  Hendra alias Hen dan Romadi alias Godang yang merupakan kakak adik Warga Desa Penagan diinterogasi. Sejak awal diintrogasi polisi, mereka menyatakan (rekayasa) Bohel merupakan korban Lakalantas.

Akhirnya didapat titik terang setelah Godang yang keterangannya terus berubah ubah menguak kejadian. Godang yang dalam keterangan awal termasuk dari Hen dan Jeki mengatakan menjadi orang terakhir bertemu Bohel.

Godang dalam cerita awal mereka mengantar Bohel dan sempat berhenti di TKP untuk buang air kecil. Saat itu Godang mengaku Bohel ditabrak truck kemudian mendatangi Hen dan Jeki memberitahukan. Mereka kemudian menginformasikan ke warga terkait kejadian.

Godang akhirnya kepada polisi mengakui cerita itu hanya sandiwara mereka saja. Godang kemudian menginformasikan bahwa selain mereka bertiga juga ada Aswadi alias Se’O dan Saibul alias Ibul Warga Penagan yang terlibat.

Kamis (22/4/2021) dini hari polisi menggrebek sejumlah lokasi guna mencari keberadaan Se’O dan Ibul di kawasan Desa Penagan. Tim gabungan ini terus berada di lapangan mencari keduanya. Namun keduanya menghilang tanpa diketahui keberadaannya.

Saat beristirahat sore hari sembari membahas langkah langkah Pantai Penagan seorang warga mendatangi rombongan dan menginformasikan bahwa Se’O dan Ibul terlihat berada di sebuah pondok kebun. Tak menyia nyiakan informasi diputuskan langsung untuk mengepung pondok kebun yang dimaksud.

Letak pondok kebun ternyata cukup jauh dari jalan tanah dan tersembunyi dibalik hutan. Tim kemudian mengendap endap menuju pondok. Saat pondok di kepung didapati dua orang sedang beristirahat dan langsung berusaha dibekuk.

Se’O yang menjadi target berusaha memberontak. Polisi kemudian melepaskan sejumlah tembakan peringatan yang menyiutkan nyali Se’O. Se’O bersama rekannya (tidak terlibat -red) kemudian langsung dibawa guna mencari keberadaan Saibul.

Setelah sejumlah titik didatangi tanpa membuahkan hasil Se’O kemudian langsung diamankan ke Polsek Mendobarat.

Di Polsek Mendobarat Se’O tetap berkeras dirinya tidak tahu menahu terkait kejadian. “Ku semalem tiduk di rumah mak kami same Ibul baru pagi tadi jam delapan kami kepondok terus Saibul keluar cari makan pakai motor jam sepuluh,” tegas Se’O.

Se’O baru terdiam dan mengaku setelah dipertemukan dengan tersangka lain.
“Aok pak ku yang bacok kepala e terus Saibul mbacok kaki e,” kata Se’O.

Saat ini polisi masih memburu dan mencari keberadaan Saibul dan memasukkan dalam DPO kepolisian.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *