Jembatan Ikonik Sekaligus Jadi Objek Wisata Segera Dibangun di Sukabumi

oleh -158 views

Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya untuk menggenjot pembangunan di sektor infrastruktur berbau wisata yang terhubung dengan peningkatan ekonomi masyarakatnya.

Dalam waktu dekat ini, Pemkab Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan membangun sebuah jembatan ikonik yang menghubungkan Kecamatan Kadudampit, Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Sukaraja hingga Kecamatan Sukalarang, perbatasan dengan Kabupaten Cianjur.

“Jadi rencananya itu, di wilayah Cinumpang, Kecamatan Kadudampit ini nantinya akan dikembangkan karena wilayahnya merupakan daerah wisata dan Bupati Suakbumi punya rencana kedepan, bahwa di Cinumpang itu harus lebih bagus,” kata Asep Jafar, Kepala Dinas PU kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Asjaf itu, kawasan Cinumpang selama ini dikenal dengan sejumlah lokasi wisata. Mulai dari curug atau air terjun hingga jembatan gantung ‘Suspension Bridge’ yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Dengan adanya jembatan tersebut direncanakan untuk menjadi penghubung dengan lokasi wisata lainnya yang berdekatan seperti kawasan Pondok Halimun, Selabintana Kecamatan Sukabumi hingga kawasan perkebunan teh Goalpara di Kecamatan Sukaraja.

“Jadi memang dibuat sedemikian rupa menyesuaikan dengan kawasan wisata setempat. Nanti di kawasan itu juga ada wisata air, bumi perkemahan dan banyak lagi,” jelas Asjaf.

Jembatan itu nantinya akan memiliki bentangan sepanjang 90 meter dengan lebar 9 meter ketinggian dari permukaan tanah sekitar 90 meter. Selain disediakan titik foto selfie, jembatan itu juga akan memiliki fasilitas flying fox. Asjaf memastikan posisi fasilitas itu tidak akan mengganggu konstruksi jembatan.

“Untuk sementara karena ini bertahap dibangun dengan pembiayaan APBD II sekitar Rp 20 sampai 25 Miliar. Pembangunan akan berjalan selama 6 bulan. Untuk tahap awal, pembukaan akses jalan sudah mulai dilakukan melalui Karya Bakti TNI mudah-mudahan Juni ini sudah bisa dimulai pembangunannya,” ungkap Asjaf

Beberapa waktu lalu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami sempat melakukan survey ke kawasan tersebut. Marwan berkinginan agar kawasan Kadudampit bisa dikembangkan sektor pariwisatanya yang akan berdampak pada perekonomian warga sekitar.

“Nantinya jalur ini harus memberikan dampak pengembangan potensi Priwisata dan pertanian, klo sudah terbuka insya allah masyarakat akan terbantu. Terutama akses pasar akan lebih mudah untuk pertanian mereka” ungkap Marwan saat itu.

Menurut Marwan, saat ini sektor wisata unggulan di wilayah Kecamatan Kadudampit adalah Suspension Bridge atau jembatan gantung yang dimiliki oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Dengan dibukanya akses maka potensi pariwisata lain diyakini Marwan akan bermunculan.

“Yang paling penting peningkatan potensi pariwisata disini semakin, nantinya makin banyak destinasi baru selain jembatan yang dimiliki taman nasional. Jadi masyarakat tinggal memilih nanti, dengan panorama yang dimiliki seperti ini pasti ada alternatif liburan tanpa karcis. Tinggal masyarakat yang harus aktif mengejar pasar yang diharapkan oleh mereka. Akses jalan akan kita perbaiki akan kita kerjakan disesuaikan dengan APBD Kita,” papar Marwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *