Kemendagri Ganti 7.925 Dokumen Warga Korban Bencana di NTT

oleh -130 views

transmetro – Kementerian Dalam Negeri mengganti dokumen penduduk yang hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemendagri mengirim dua tim tanggap bencana masing-masing ke Kupang di NTT, dan Lombok di NTB. Tim berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten/kota setempat serta petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) serta rumah sakit terdekat

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjamin tim bergerak dengan cepat. Sehingga dokumen bisa langsung dicetak dan dibagikan ke penduduk tanpa harus menunggu lama.

“Harus gerak cepat, selesai pendataan penduduk di pagi hari, siang dokumen langsung dicetak, sore atau malamnya langsung dibagikan. Berapa pun jumlah yang didata, langsung dicetak hari itu juga tidak usah menunggu banyak,” kata Zudan dalam keterangan resminya, Senin 12 April 2021.

Zudan juga meminta Disdukcapil daerah terdekat yang tidak terkena bencana untuk bisa mengirimkan bantuan seperti administrator data base (ADB) dan peralatan cetak dokumen. Sehingga bisa membantu percepatan pencetakan dokumen penduduk.

“Daerah yang kekurangan printer, tinta dan perlengkapan cetak lainnya untuk sementara dapat meminjam dari Dinas Dukcapil terdekat. Terkait penggantian Kartu Keluarga atau pembuatan akta-akta baru dan penduduk yang kehilangan KTP tolong dibantu cetak tanpa harus dimintai surat kehilangan dari kepolisian,” ujar Zudan.

Berdasarkan data Dukcapil, hingga Senin hari ini dilaporkan sebanyak 7.925 dokumen kependudukan telah dicetak untuk langsung dibagikan kepada penduduk terdampak bencana di NTT. Rinciannya yakni Kartu Keluarga sebanyak 7.585 berkas, KTP elektronik 154 keping, Akta Kematian 7 berkas, Akta Kelahiran 154 berkas, dan Akta Perkawinan 25 berkas.

Sementara dari Provinsi NTB, Tim Dukcapil juga melaporkan telah mencetak sebanyak 409 dokumen kependudukan di saat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *