Mayat Perempuan di Kebun Tebu Diduga Korban Tabrak Lari

oleh -107 views

KEPANJEN – Polisi mendalami penemuan mayat perempuan di kebun tebu yang berlokasi di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen. Dugaan sementara, korban bernama Dwi Lestari, 25 itu merupakan korban tabrak lari.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, tiga hari sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban sempat menjadi korban tabrak lari. “Sekitar dua atau tiga hari sebelumnya korban ini mengalami tabrak lari yang lokasinya di Stadion Kanjuruhan,” terang dia.

Setelah kejadian itu, korban dibawa ke rumah temannya yang bernama Sahrul yang kini sedang diperiksa. “Diamankan temannya yang bernama Sahrul itu, itu lokasinya tidak jauh dari tempat penemuan. Nah dari situ kami lakukan pendalaman,” tambah dia.

Dugaan pembunuhan mencuat ketika saat olah TKP dilakukan ada tali di celana korban. “Karena kondisi jenazah sudah busuk maka tali itu dipasang untuk melekatkan celana korban, dan pastinya korban sudah tidak bernyawa lebih dari 48 jam,” ungkap dia.

Ia mengungkapkan, lokasi penemuan jenazah ibu satu anak itu adalah tempat pembuangan, bukan lokasi peristiwa yang membuat nyawa korban melayang. “Ada TKP lain yang membuat si korban ini meninggal, ini masih kami cari,” imbuhnya.

Kuat dugaan bahwa pelaku pembunuhan ini lebih dari satu orang. “Yang jelas untuk angkat korban ke lokasi ini harus lebih dari satu orang, kami masih dalami terkait ini,” ucap dia.

Berkaitan dengan dugaan overdosis yang dialami korban, perwira kelahiran Solok, Sumatera Barat itu masih belum mengetahui. “Masih belum saya monitor,” kata Hendri. Kini, Satreskrim Polres Malang masih memeriksa sejumlah orang terkait kejadian tersebut. “Kami sedang memeriksa tiga orang, termasuk si Sahrul ini. Untuk pihak keluarga, akan kami panggil,” pungkas dia.

Seperti yang diketahui Dwi Lestari ditemukan tidak bernyawa dan dalam kondisi yang sudah membusuk terbungkus tikar di perkebunan tebu di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen Jumat (23/4) pukul 08.00.

Pewarta: Biyan Mudzaky

KEPANJEN – Polisi mendalami penemuan mayat perempuan di kebun tebu yang berlokasi di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen. Dugaan sementara, korban bernama Dwi Lestari, 25 itu merupakan korban tabrak lari.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, tiga hari sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban sempat menjadi korban tabrak lari. “Sekitar dua atau tiga hari sebelumnya korban ini mengalami tabrak lari yang lokasinya di Stadion Kanjuruhan,” terang dia.

Setelah kejadian itu, korban dibawa ke rumah temannya yang bernama Sahrul yang kini sedang diperiksa. “Diamankan temannya yang bernama Sahrul itu, itu lokasinya tidak jauh dari tempat penemuan. Nah dari situ kami lakukan pendalaman,” tambah dia.

Dugaan pembunuhan mencuat ketika saat olah TKP dilakukan ada tali di celana korban. “Karena kondisi jenazah sudah busuk maka tali itu dipasang untuk melekatkan celana korban, dan pastinya korban sudah tidak bernyawa lebih dari 48 jam,” ungkap dia.

Ia mengungkapkan, lokasi penemuan jenazah ibu satu anak itu adalah tempat pembuangan, bukan lokasi peristiwa yang membuat nyawa korban melayang. “Ada TKP lain yang membuat si korban ini meninggal, ini masih kami cari,” imbuhnya.

Kuat dugaan bahwa pelaku pembunuhan ini lebih dari satu orang. “Yang jelas untuk angkat korban ke lokasi ini harus lebih dari satu orang, kami masih dalami terkait ini,” ucap dia.

Berkaitan dengan dugaan overdosis yang dialami korban, perwira kelahiran Solok, Sumatera Barat itu masih belum mengetahui. “Masih belum saya monitor,” kata Hendri. Kini, Satreskrim Polres Malang masih memeriksa sejumlah orang terkait kejadian tersebut. “Kami sedang memeriksa tiga orang, termasuk si Sahrul ini. Untuk pihak keluarga, akan kami panggil,” pungkas dia.

Seperti yang diketahui Dwi Lestari ditemukan tidak bernyawa dan dalam kondisi yang sudah membusuk terbungkus tikar di perkebunan tebu di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen Jumat (23/4) pukul 08.00.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *